Jalan Utama Ambruk, Ratusan Anak Tak Bisa Berangkat Sekolah

oleh -619 views
Kepala-Desa-Bandar-Agung-Sailan-SP-di-dampingi-Kepala-Desa-Gunung-Meraksa-Dahlan-bersama-warga-tampak-memperbaiki-jalan

BATURAJA, (KP),- Hujan deras yang mengguyur di sebagian wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu, pada Sabtu (25/8/2018) dini hari mengakibatkan putusnya akses jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Bandar Agung, Kecamatan Lubuk Batang dengan wilayah sekitarnya.

Putusnya jalan tersebut menyebabkan ratusan anak-anak, dari Desa Bandar Agung Kecamatan Lubuk Batang, tidak dapat bersekolah. Karena jalan tersebut merupakan satu-satunya, akses jalan yang menghubungkan Desa Bandar Agung dengan wilayah desa lain. Kepala Desa Bandar Agung, Sailan, SP, saat di temui wartawan koranperbatasan.com disekitar lokasi jalan longsor mengatakan, jalan kabupaten yang merupakan satu-satunya akses terdekat masyarakat Desa Bandar Agung menuju Desa Gunung Meraksa, ke kabupaten putus total. “ Karena di guyur hujan tadi malam, akibatnya ratusan anak-anak pelajar tidak bisa berangkat ke sekolah, ” terang Sailan.

Menurutnya, musibah longsor jalan tersebut terjadi sekitar pukul 07.00 Wib Sabtu (25/8/2018). “ Dibawa arus, gorong-gorong yang ada di bawah badan jalan, yang di bangunnya sejak tahun 1978 itu akhirnya longsor. Gorong-gorong yang ada ini, belum pernah ada rehab, 3 bulan yang lalu juga pernah longsor, dan telah kami timbun, karena hujan deras tadi malam jalan tersebut longsor lagi, ” ujar Sailan.

Gong-gorong di jalan tersebut sebenarnya sedang dalam tahap pembangunan yang dianggarkan melalui APBD Kabupaten Oku. Namun karena hujan yang sangat deras, membuat luapan air tidak tertahan lagi, dan menjebol sisa gorong-gorong hingga menembus badan jalan, yang selama ini masih bisa di gunakan masyarakat untuk beraktifitas. “ Sebenarnya sedang di bangun, setelah kita usulkan ke Pemkab Oku, semoga segera selesai pembangunannya. Karena jalan ini urat nadi aktifitas warga kami, ” imbuh Kepala Desa Bandar Agung di dampingi Kepala Desa Gunung Meraksa Dahlan.

Antisifasi, selanjutnya masyarakat bergotong royong membuat jalan darurat agar aktifitas mereka tidak terhambat, walaupun geraknya tidak terlalu bebas. “ Untuk sementara waktu, akan kita buat jalan darurat mengunakan pohon kelapa, karena jika tidak di buat jalan darurat segala aktifitas warga desa kami akan terhambat. Anak sekolah dan perekonomian ikut terhambat, ” pungkas Sailan.

Pantauan  wartawan koranperbatasan.com, akses jalan menuju Desa Bandar Agung memang sangat memprihatinkan. Jarak tempuh menuju ke desa tersebut lebih kurang 3 kilometer dari jalan lintas Baturaja-Palembang. Memang terlihat badan jalan mengalami kerusakan cukup parah. Sejumlah lubang menganga hampir di sepanjang ruas jalan. Biasanya jika jalan sudah parah begini, rawan kecelakaan. Maka dari itu, kepeda instansi terkait, diminta untuk segera mencarikan soslusi. (Syahril).




Memuat...