Kepala Rutan Apresiasi Kegiatan Magang Mahasiswa UINA Banjarmasin

oleh -599 views
Warga Binaan Rutan Pelaihari mendapat penyuluhan keagamaan yang digagas oleh mahasiswa magang UIN Antasari Banjarmasin

PELAIHARI (KP),- Setelah sepekan lalu warga binaan yang ada di Rumah Tahanan (Rutan) Negara Klas IIB Pelaihari mendapat pengobatan terapi Al-Qur’an (Ruqyah) dalam acara Ruqyah Massal yang digagas oleh mahasisawa magang, Abdu Syahid dan Arina Rofikoh, hari ini mereka kembali mengadakan penyuluhan agama kepada warga binaan yang ada di dalam Rutan, Senin, 19 Agustus 2019.

Kepala Rutan Negara Klas IIB Pelaihari, Budi Suharto ketika membuka acara mengucapkan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa Universitas Islam Negeri Antasari (UINA) Banjarmasin yang lagi magang di Rutan Pelaihari.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan adik-adik UINA ini. Kepada warga binaan saya berpesan apapun yang disampaikan saya harap kalian bisa mendengarkan dengan baik sebagai bekal untuk kalian kembali ke masyarakat kelak. Serta tak lupa saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada KH. Awang Fathuddin,S.Ag yang sudi datang dan memberikan penyuluhan agama, semoga menjadi amal kebaikan bagi kita semua,” imbuhnya.

Sejalan dengan itu, KH. Awang Fathuddin Pimpinan Pondok Pesantren Nur Ihya’iddin Sei Riam Pelaihari, yang juga bekerja di Kemenag Kabupaten Tanah Laut, dalam ceramahnya mengatakan bahwa Al-Qur’an adalah obat paling mujarab untuk segala macam penyakit medis maupun non medis bukanlah hal mudah. Namun, seiring waktu, masyarakat mulai menyadari bahwa Al-Qur’an adalah obat yang utama.

Sejak awal abad ke-19 ahli kedokteran mulai menyadari adanya hubungan antara penyakit fisik dengan kondisi psikis manusia. Manusia bisa menderita gangguan fisik karena gangguan mental (somapsikotis) dan sebaliknya gangguan mental dapat menyebabkan penyakit fisik (psikosomatis).

Diantara berbagai faktor mental yang diidentifikasi memiliki potensi menimbulkan gejala tersebut adalah keyakinan agama. Hal ini antara lain disebabkan sebagian dokter beranggapan bahwa penyakit mental  (mental illness) tidak ada hubungannya dengan penyembuhan medis.



“Agama membawa efek tenang. Efek tenang yang ada pada agama sering dilakukan lewat doa, ritual, meditasi dan bentuk lain dari relaksasi tubuh. Sehingga, dengan ajaran keyakinan yang anda miliki, anda dapat mengurangi depresi dan stress pada fisik. Beberapa penelitian yang ditemukan, terkait bagaimana keyakinan dapat berdampak sangat baik bagi tubuh kita,” terang KH. Awang Fathuddin.

Mengobati berbagai macam penyakit dengan Al-Qur’an menurutnya, adalah ikhtiar besar tidak hanya membantu warga binaan agar dapat sehat dengan Al-Qur’an, tapi juga terus mengajak warga binaan Rutan Pelaihari untuk tidak meninggalkan Al-Qur’an, istiqomah membacanya, serta tekun melaksanakan amal ibadah lainnya yang menjadi kewajiban bagi setiap Muslim. (KP).


Pewarta : Adam Subayu



Memuat...