Baznas Kepri Salurkan 100 Paket Idul Fitri

oleh -416 views

TANJUNGPINANG (KP)-  Baznas Kepri Salurkan 100 Paket idul fitri kepada anak  Yatim, Dhuafa, Lansia, Marbot, Imam Masjid dan Guru Ngaji, Pembagian paket idulfitri dilaksanakan di masjid Raya Nur Ilahi Dompak, dan diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Kepulauan Riau yang diwakili Kepala Biro Kesra Provinsi Kepri Aiyub SE.,M.Si, Ketua Baznas Kepri melalui Wakil 2 Bidang Pendistribusian, Drs. Mastur Taher, Kanwil Kepri diwakili Kasubag Tata Usaha, Abu Sofyan dan UPZ Baznas Kepri, Rabu(5/5/2021).

Ketua Baznas Kepri melalui Wakil 2 Bidang Pendistribusian, Drs. Mastur Taher kepada koranperbatasan.com usai menyerahkan bantuan mengatakan Paket Idul Fitri yang di serahkan ini adalah dana zakat yang digalang sejak khusus ramadhan sejak awal ramadhan oleh relawan Baznas Kepulauan Riau.

“Kita berikan paket ini pertama kita pilih sekitar Dompak Saja, karna juga setiap kabupaten kota itu Baznasnya melakukan hal yang sama,” ucapnya.

Disampaikan Mastur juga penerima paket dari Baznas ini tetap memperhatikan kriteria penerima zakat yang terdiri dari 8 asnaf, Mastur juga  berharap agar para dermawan agar bersama-sama untuk dapat menunaikan zakatnya.

“Harta itu titipan, marilah kita bersama–sama melaksanakan zakat, kalau sudah melaksanakan, tidak cukup sampai di situ, ada infaq ada sedekah, itu adalah bukti iman kita kepada Allah SWT dan untuk melaksanakan rukun Islam,” ujar Mastur.

Adapun besaran paket idulfitri menggunakan dana donasi dan zakat yang diterima oleh penerima manfaat Rp300 ribu untuk yatim duafa dimana Rp100 ribu dalam bentuk paket dan Rp200 ribu dalam bentuk santunan.

Sedangkan besaran paket idulfitri untuk Imam, Marbot, Lansia dan Guru Ngaji Rp400 ribu dengan Rp100 ribu dalam bentuk paket dan Rp300 ribu dalam bentuk santunan. Untuk penerima manfaat terdiri dari 50 Yatim Duafa, 20 Imam Masjid, 20 Marbot, 5 Lansia Duafa, 5 orang Guru Ngaji dengan total 100 orang penerima manfaat. Kegiatan Pendistribusian juga di laksanakan dengan menerapkan protocol kesehatan yang ketat (KP).




Laporan : Abidin