Wartawan Tempatan Gelar Silaturahmi Eratkan Rasa Kebersamaan Satu Profesi

oleh -295 views

NATUNA (KP) – Anak daerah asli Natuna yang bekerja sebagai wartawan di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau menggelar silaturahmi di Café HDS, Jalan Soekarno-Hatta, Ranai Kota, Minggu 30 Mei 2021 malam.

Silaturahmi yang masih dalam suasana Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah tersebut dalam rangka meningkatkan rasa persaudaraan antar sesama profesi wartawan khusunya bagi mereka selaku anak tempatan.

Ikatan rasa kebersamaan antar sesama anak daerah tersebut diakui Doni Papilius selaku Pemimpin Redaksi (Pemred) media siber bursakota.co.id. Katanya pertemuan yang berlangsung merupakan ajang silaturahmi sesama wartawan putra dan putri daerah agar dapat saling bertukar pikiran dan berbagi informasi.

“Tujuannya silaturahmi, kita ingin berkontribusi untuk pembangunan Natuna agar menjadi lebih baik,” ujar Doni.

Pada kesempatan yang sama, Ketua PWI Natuna, Muhammad Rapi juga selaku Pemimpin Radaksi (Pemred) salah satu media siber lokal bernama ranaipos.com berharap kelompok wartawan tempatan ini bisa menjadi contoh yang baik bagi daerahnya.

“Inikan baru beberapa saja kawan-kawan yang hadir, kedepan kita berharap semua wartawan tempatan bisa kita undang dan sama-sama mengeluarkan ide untuk kemajuan daerah yang kita cintai,” pungkas Rapi.



Terpisah, Pemimpin Redaksi koranperbatasan.com, Amran ketika diminta tanggapannya terkait adanya pertemuan sejumlah wartawan tempatan di Café HDS Minggu malam berharap ikatan silaturahmi yang telah terjalin dapat dipertahankan.

“Sebagai anak daerah setiap hal positif tentunya saya merespon positif juga dan saya berharap rasa kebersamaan yang telah terbina itu dapat terus ditingkatkan,” sebut Amran di Tanjungpinang saat dihubungi melalui panggilan telepon, Senin 31 Mei 2021.

Namun demikian, Pemred sekaligus pemilik media siber lokal yang berkantor pusat di Jalan Hangtuah Kelurahan Ranai Kota, Kecamatan Bunguran Timur yang memiliki jumlah karyawan terbanyak di Natuna itu, mengingatkan pertemuan yang dilakukan jangan sampai merusak profesi wartawan secara global.

“Tapi perlu juga kita ingat bahwa tidak semuanya wartawan di Natuna asli anak daerah, hal ini perlu dijaga jangan sampai menimbulkan gaduh dalam satu profesi jurnalistik,” imbuhnya.

Hal tersebut disampikan Amran, mengingat jumlah wartawan tempatan jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan jumlah keseluruhan dari wartawan yang ada di Natuna.

“Jumlah kita sedikit, ingat itu meskipun kita anak daerah, maklum terkadang niat yang baik belum tentu ditanggapi baik oleh orang, apa lagi kawan-kawan silaturahminya sesama anak tempatan,” tutupnya.  (KP).


Laporan : Johan Narjo

Liputan : Hairil