Lomba Memasak Makanan Khas Natuna Berbahan Dasar Sagu, ini Pesan Dewan Juri

oleh -207 views
Dewan Juri saat melakukan penilaian terhadap hasil masakan para peserta lomba

NATUNA – Perlombaan memasak makanan khas berbahan dasar sagu, dalam kegiatan Festival Budaya Desa di Desa Limau Manis, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau digelar, Selasa, 23 November 2021.

Lomba tersebut bagian dari rangkaian kegiatan mensukseskan program Pemajuan Kebudayaan Desa Tahun 2021 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) Republik Indonesia (RI) di Natuna.

Adapun tujuh regu yang menjadi peserta dalam perlombaan tersebut ialah TP PKK utusan dari Desa Limau Manis, Sebadai Hulu, Kelanga, Ceruk, Selemam, Pengadah, dan Tanjung.

Hj. Raja Feni Adriani, salah satu dewan juri menyebut terdapat tiga jenis makanan wajib yang harus disajikan oleh para peserta yaitu Tabel Aghok, Tabel Mando dan Kernas.

“Sedangkan jenis masakan tambahan boleh mereka sajikan untuk melengkapi makanan wajib seperti ikan panggang, gulai, dan sebagainya,” ungkap Raja Feni.

Salah satu peserta lomba memasak makanan khas berbahan dasar sagu.

Para peserta lanjut Raja Feni, diberikan waktu selama satu jam tiga puluh menit dari proses awal memasak hingga menyajikan makanan.

“Terdapat empat kereteria penilaian yang dilakukan oleh dewan juri yaitu cita rasa, kebersihan dan keamanan, penyajian, serta kekompakan,” pungkasnya.



Kata Raja Feni, setelah perlombaan Festival Budaya Desa selesai, para peserta lomba diharapkan dapat melestarikan makanan khas tradisional tersebut. Selalu menjadikannya menu di keluarga, agar anak cucu dapat mengetahui bahwa itulah makanan khas tradisional Natuna.

“Setidaknya seperti kernas itu dijadikan makanan tambahan harian. Kemudian adanya tabel aghok dan tabel mando, kerennya pizza Natuna,” ujarnya.

Menurut Raja Feni, salah satu tujuan diadakan lomba tersebut adalah untuk melestarikan aneka makanan-makanan khas tradisional Kabupaten Natuna.

“Agar setiap keluarga di Natuna ini menjadikannya sebagai makanan pilihan sehari-hari,” tuturnya.

Selain dirinya, lomba tersebut juga menghadirkan tiga dewan juri lainnya yaitu Suharti dari TP-PKK Kabupaten, Wan Nadifah dari praktisi kuliner, dan Noryenti dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Natuna. (KP).


Laporan : Johan