Film Dokumenter Budaya Malok Sagu Meriahkan Malam Penutupan Festival Budaya Desa Limau Manis

oleh -208 views
Warga Desa Limau Manis menyaksikan pemutaran film dokumenter budaya Malok Sagu

NATUNA – Film dokumenter budaya Malok Sagu diputarkan pada malam penutupan kegiatan Festival Budaya Desa di Desa Limau Manis, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kabupaten Natuna, Selasa, 23 November 2021.

Selain pemutaran film dokumenter, terdapat beberapa rangkaian kegiatan lainnya seperti penampilan tari persembahan Sekapur Sirih dan Silat Badik. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba seni Betingkah Alu Selesung dan memasak makanan khas Natuna berbahan dasar sagu.

Daya Desa Limau Manis, Johar dalam sambutannya menyebutkan program Pemajuan Kebudayaan Desa Tahun 2021 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) Republik Indonesia (RI) sudah berjalan sejak bulan Juni lalu.

“Terdapat beberapa tahapan, hinga sampai saat ini tahap pemanfaatan,” sebutnya.

Persembahan trian Sekapur Sirih di malam penutupan Festival Budaya Desa di Desa Limau Manis.

Menurut Johar, adapun tujuan dari program pemajuan kebudayaan desa dari  Kemendikbud-Ristek RI untuk membangkit dan menggali kembali segala budaya yang ada di desa.

“Kebetulan Desa Limau Manis mengangkat budaya Malok Sagu dan Betingkah Alu Selesung,” ujarnya.

Kata Johar, untuk Desa Limau Manis terdapat dua kegiatan dalam program pemajuan kebudayaan desa yaitu kegiatan pembuatan film dokumenter dan pertunjukan seni budaya.



“Film itu mengenai budaya Malok Saguk. Tujuannya supaya itu tidak hilang dan perlu dokumentasi,” ungkapnya.

Selaku perpanjangan tangan dari Kemendikbud-Ristek RI, Johar merasa bangga kepada panitia pelaksana dan Pemerintah Desa Limau Manis, yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.

“Saya dapat informasi juga bahwa dengan adanya lomba Betingkah Alu Selesung, ternyata rekan-rekan dari desa lain yang memiliki grup kesenian alu semakin semangat,” imbuhnya.

Selain itu lanjut Johar, juga terlihat begitu banyak olahan makanan khas yang dihasilkan dari sagu disajikan oleh peserta lomba.

“Ternyata banyak jenis kue di daerah kita yang dapat diolah dari bahan dasar sagu,” pungkasnya.

Silat Badik di malam penutupan Festival Budaya Desa di Desa Limau Manis.

Ia berharap kepada para peserta lomba ketika usainya kegiatan festival budaya desa agar dapat bersama-sama mengangkat kembali ragam kebudayaan yang ada di desa.

“Bukan hanya sekedar betingkah alu, kita yakin sekali di Kecamatan Bunguran Timur Laut banyak budaya-budaya yang mungkin dan bahkan sudah punah. Oleh karena itu mari bersama-sama kita mengakat kambali budaya tersebut,” tuturnya.

Ia memastikan, hadiah yang diberikan kepada para pemenang dalam perlombaan ialah berupa barang. Hal tersebut dikarenakan keputusan dari Kemendikbud-Ristek RI tidak diperbolehkan memberi hadiah dalam bentuk uang tunai.

“Mudah-mudahan tahun mendatang desa-desa lain yang ada di Kecamatan Bunguran Timur Laut dapat program ini,” harapnya.

Adapun pemenang perlombaan Betingkah Alu Selesung yakni Juara I diraih oleh regu utusan Desa Kelanga, Juara II regu Desa Limau Manis dan Juara III regu Desa Ceruk.

Kemudian pemenang perlombaan memasak makanan khas berbahan dasar sagu yakni Juara I diraih oleh TP PKK Desa Kelanga, Juara II TP PKK Desa Limau Manis, dan Juara III TP PKK Desa Sebadai Hulu. (KP).


Laporan : Johan