BUMD PT. Aneka Usaha Tangggamus Jaya Alami Difisisit Setiap Tahunnya

oleh -198 views

TANGGAMUS (KP),-  PT. Aneka Usaha Tanggamus Jaya (AUTJ) yang berkantor pusat di Jalan Ikan Munjaer Kotaagung Pusat, Kabupaten Tanggamus, Provinsi  Lampung tiap tahunnya mengalami difisisit/minus. Hal itu diakui oleh Direktur PT.AUTJ, Imron Saleh saat di Konfirmasi Wartawan di Ruang Kerjanya, 4 Maret 2021.

PT. Aneka Usaha Tangggamus Jaya (AUTJ) merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di dua unit usaha yaitu usaha SPBU dan usaha Produksi Air Mineral Merk Way Ku. Untuk Usaha produksi air mineral merk Way Ku terdapat dua jenis produk yakni produk galon dan air minum dalam kemasan gelas.

Imron menyampaikan bahwa, dirinya tidak menutup-nutupi adanya defisit tiap tahunnya, sebab terbukti hingga saat ini pihaknya belum bisa memberikan kontribusi kepada pihak Pemkab Tanggamus.

“Saya tidak bisa menyembunyikan, faktanya kita belum bisa menyumbang PAD. Syarat kita bisa menyumbang PAD itu kan, kita harus untung, tapi saya optimis bahwa PT. AUTJ ini kedepan bisa tumbuh,” ucapnya.

Lanjut  Imron, salah satu faktor penyebab defisitnya PT.AUTJ yang dikelolanya  yaitu kurang maksimalnya tingkat pemasaran produk air mineral. Apalagi di wilayah lokal  Tanggamus saja belum merata di tingkat pemasarannya.

“Banyak faktor yang mempengaruhinya, untuk di lokal Tanggamus kami akui belum merata pemasarannya, bukan tanpa alasan, yang pertama juga terkendala di mesin produksi dan transfortasi,” terangnya.

Sementara di unit usaha SPBU pihaknya hanya perlu meningkatkan di bidang pelayanan, sebab perjalanan pengelolaan unit usaha SPBU berjalan secara konstan.



“Kalau SPBU ini sebenarnya kami lebih cendrung ke pelayanan, karena SPBU ini agak beda dengan Way Ku. Jika Way Ku ini kan betul-betul persaingan bisnis, sementara SPBU asal punya modal buat beli, ya sudah berjalan,” bebernya.

Diakuinya bahwa di Tahun 2021 ini akan ada penyertaan modal dari Pemkab Tanggamus dengan kisaran Rp 800 juta, namun dengan angka tersebut, masih kurang maksimal.

“Sbenarnya dengan angka itu, sudah saya hitung-hitung sudah sangat mepet. Karena sebenarnya saya ada produk baru, yang kemasan botol, tapi saya hitung-hitung dana itu gak cukup,” jelasnya.

 Makanya tambah Imron menerangkan, “kami masih memungkinkan untuk mendapatkan penyertaan penambahan modal, kemarin memang ada kisaran 800 juta, komunikasi terakhir saya, akan ada  peninitinjau ulang. Kita belum tahu pasti  berapa sebenarnya  yang akan kami dapat untuk  penyertaan penambahan modal tersebut. (KP).


Laporan : Arzal