Dugong Si Mamalia Laut Kerabat Evolusi Dari Gajah

oleh -412 views
Putri Yustisia, Universitas Maritim Raja Ali Haji

DUGONG merupakan mamalia laut yang hidup di luat yang bisa mampu bertahan hidup mencapai usia 22 sampai 25 tahun. Dugong bukanlah ikan karena menyusui anaknya dan masih kerabat evolusi dari gajah. Selain itu, Dugong bisa ditemukan sekurang-kurangnya di 37 negara di wilayah indo-pasifik dan kebanyakan tinggal dikawasan timur Indonesia.

Bobot Dugong bisa mencapai 600 kg dan memiliki perilaku yang ramah dan hidup berasosiasi secara khusus dengan ekosistem lamun sebagai habitat pakannya. Dugong memiliki reprodukis yang lambat sekitar 10 tahun untuk menjadi dewasa dan sekiranya 14 bulan untuk melahirkan satu individu baru dengan jarak 2,5 – 5 tahun.

Di perairan Pulau Bintan keberadaan Dugong sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat pesisir di Pulau Riau, maka dari itu Dugong kemudian menjadi ikon pariwisata di Kabupaten Bintan.

Bukan saja dijadikan objek pariwisata, Dugong juga diburu untuk dikonsumsi seperti yang terjadi di Pulau Air Gubi yang berdekatan dengan Pulau Bintan. Duyung sering menampakan diri waktu bulan terang di daerah bintang, tergantung rezeki kita bisa melihat atau tidak.

Karena di Bintan banyak terdapat jenis lamun makanan Duyung menjadikan lamun sebagai habitat dan tempat makannya, maka dari itu masyrakat harus ikut andil dalam menjaga ekosistem lamun juga agar habitat dugong tidak terusik.

Dugong umumnya dapat ditemukan di sungai-sungai hutan mangrove. Hewan ini pertumbuhannya jarang dan pada beberapa tempat terancam mengalami kepunahan.




  • DATA DIRI PENULIS

    • Nama : Putri Yustisia
    • Tempat Tanggal Lahir : Tanjungpinang, 12 Febuari 2002
    • Kecamatan : Tanjungpinang Barat
    • Kota : Tanjungpinang
    • Mahasiswa : UMRAH (Universitas Maritim Raja Ali Haji )
    • Jurusan : Ilmu Kelautan