Hutan Mangrove Sebagai Pencegah Terjadinya Abrasi Pantai

oleh -206 views
Wiwin, Universitas Maritim Raja Ali Haji

SEBAGAI negara kepulauan, Indonesia merupakan salah satu negara dengan luas hutan mangrove terbesar di dunia. Hutan mangrove memiliki peranan penting dan manfaat yang banyak baik langsung maupun tidak langsung bagi lingkungan sekitar khususnya bagi penduduk pesisir. Pohon mangrove memiliki fungsi mengendapkan lumpur di akar-akar pohon bakau sehingga dapat mencegah terjadinya intrusi air laut ke daratan.

Menurut Soerianegara (1987) mendefinisikan hutan mangrove sebagai hutan yang terutama tumbuh pada tanah lumpur aluvial di daerah pantai dan muara sungai yang dipengaruhi pasang surut air laut, dan terdiri atas jenis-jenis pohon Avicennia, Sonneratia, Rhizophora, Bruguiera, Ceriops, Lumnitzera, Excoecaria, Xylocarpus, Aegiceras, Scyphyphora dan Nypa.

Mangrove merupakan salah satu ekosistem alam yang sangat produktif, yang mana mangrove memiliki banyak manfaat yaitu melindungi pantai dari abrasi dan erosi. Susunan akar mangrove yang lebat dan padat berfungsi seperti saringan yang akan  mencegah pasir pantai terbawa arus perairan.

Dengan melestarikan mangrove, kita bisa mencegah adanya abrasi pantai. Abrasi merupakan pengikisan terhadap pesisir yang dapat mengakibatkan kerusakan pada pantai. Abrasi terjadi karena adanya beberapa faktor yang terjadi, salah satunya tidak adanya pohon mangrove ditepian pantai.

Di Desa Kuala Raya, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, mangrove yang tumbuh berjajar menjadi benteng pencegah abrasi dengan pohon bakau yang rapat dan memiliki akar yang kuat untuk menahan kuatnya gelombang lautan.

Disinilah peran masyarakat untuk bagaimana menjaga kelangsungan ekosistem mangrove, jika ekosistem rusak maka akan berdampak buruk pada lingkungan masyarakat.




DATA DIRI PENULIS


  • Nama : Wiwin
  • Status : Mahasiswa
  • Jurusan : Ilmu Kelautan
  • Universitas : Universitas Maritim Raja Ali Haji
  • No Hp : 081371932647
  • Email : 190254241007@student.umrah.ac.id