Dampak Positif dan Negatif Pembelajaran Jarak Jauh

oleh -260 views
Lisa Selvira

Pada saat ini, keadaan dunia sedang tidak baik-baik saja. Munculnya wabah penyakit berupa virus COVID-19 telah membuat hambatan dari berbagai aspek kehidupan. Salah satunya adalah aspek dunia pendidikan.


MENJALANI pendidikan berupa pembelajaran tatap muka sangat rentan dilakukan saat ini. Maka dari itu, pemerintah mengeluarkan kebijakan-kebijakan berupa pembelajaran jarak jauh. Salah satu kebijakan yang dikeluarkan pemerintah bagi dunia pendidikan adalah dengan melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ)/Pembelajaran dalam jaringan (Daring). Hal ini dilakukan sebagai upaya-upaya pemutusan rantai COVID-19.

Pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran dalam jaringan adalah sistem pembelajaran tanpa tatap muka, dimana guru dan murid melakukan pembelajaran dirumahnya masing-masing melalui media online. Media online yang digunakan bisa berupa aplikasi zoom, Whatsaap, Google Classroom, dan alat penunjang pembelajaran dalam jaringan lainnya. Hal ini merupakan tantangan besar bagi guru dan murid, selain dituntut untuk memahami pembelajaran guru dan siswa juga dituntut untuk cakap dalam menggunakan sosial media.

Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah tentunya memiliki dampak positif dan negatif bagi dunia pendidikan. Hal inilah yang menjadi tantangan besar bagi pendidik ketika pembelajaran tatap muka sudah berlangsung untuk terus memahami karakteristik peserta didik yang terbentuk saat pembelajaran jarak jauh.

Dampak positif pembelajaran jarak jauh : Pertama, anak memiliki banyak waktu di rumah sehingga bisa lebih dekat dengan keluarga. Hal ini tentu saja menjadi impian semua keluarga untuk saling meluangkan waktu sehingga pada saat pandemi ini anak dan keluarga bisa menjadi lebih dekat dari sebelumnya.

Kedua, anak lebih mengenal teknologi. Pembelajaran jarak jauh tentunya menuntut anak untuk bisa dalam berteknologi sehingga kekreativan anak bisa mengeskplorasi  teknologi lebih jauh dan kearah yang positif.

Ketiga, Metode yang diberikan guru bervariasi sehingga anak atau peserta didik tidak jenuh. Umumnya peserta didik sangat menyukai sesuatu yang beranimasi, hidup dan didukung oleh suasana yang kondusif berbeda pada saat hanya belajar didalam kelas.



Selain dampak positif, pembelajaran jarak jauh juga memiliki dampak negatif : Pertama, adanya keterbatasan dalam memiliki alat penunjang pembelajaran dalam jaringan seperti Handphone, laptop, dan sebagainya.

Kedua, jaringan tidak memadai. Hal ini sering terjadi di daerah-daerah yang masih terbelakang akibatnya peserta didik yang berada di daerah ini tidak bisa mengikuti pembelajaran dengan lancar seperti teman sebayanya.

Ketiga : Kurangnya interaksi fisik antar guru dan murid. Tak jarang, guru hanya memberikan tugas melalui media Whatsapp hingga menyebabkan peserta didik kesulitan dalam mengerjakan tugas dikarenakan tidak adanya penjelasan guru mengenai tugas tersebut.

Keempat : Memiliki tekanan saat berlama-lama di rumah. Tidak semua keluarga itu harmonis, ada juga yang memiliki masalah dengan keluarganya sehingga menjadi tekanan bagi peserta didik ketika berlama-lama dirumah sehingga menyebabkan pembelajarannya terganggu dan berakhir depresi.

Kelima : Penurunan capaian belajar. Pembelajaran jarak jauh juga mengakibatkan capaian belajar anak-anak rendah, penyebabnya ialah tak memiliki semangat dalam belajar, jenuh, terlalu berlebihan memahami teknologi hingga lebih menyibukkan diri dengan hal yang tidak bermanfaat, dan hal lainnya.

Berbagai dampak positif dan negatif ditemukan dalam pembelajaran jarak jauh atau dalam jaringan selama COVID-19 terus berlangsung di dunia. Namun, untuk mengurangi dampak negatif tentunya sebagai pendidik maupun peserta didik harus mencari berbagai hal positif agar bisa berkembang lebih baik selama pandemi COVID-19 berlangsung. (***).


BIODATA PENULIS


  • Lisa Selvira
  • Mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji
  • Lahir di Kelarik, 28 Juli 2002
  • Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau