Dinamika Dunia Pendidikan Indonesia Dimasa Pandemi Covid 19

oleh -261 views
Ismawati, Mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji

PANDEMI Covid-19 telah menjadi permasalahan dunia saat ini, hingga menggangu proses belajar mengajar secara konvensional. Penyebaran Covid-19 yang sangat cepat dari Eropa dan Asia Hingga seluruh Dunia membuat pelaksanaan pembelajaran tatap muka seperti biasanya di lingkungan sekolah dan harus beralih menjadi ke pembelajaran daring yang menggunakan media online sebagai solusi pada Era Covid-19 dalam proses pembelajaran di Dunia, dan juga sebagai tindakan untuk mengurangi penyebaran Covid-19.


SETELAH munculnya wabah Covid-19 di belahan bumi, sistem pendidikan pun mulai mencari suatu inovasi untuk proses kegiatan belajar mengajar. Terlebih adanya Surat Edaran no. 4 tahun 2020 dari Menteri Pendidikan dan kebudayaan yang menganjurkan seluruh kegiatan di institusi pendidikan harus jaga jarak dan seluruh penyampaian materi akan disampaikan di rumah masing-masing.

Proses Pembelajaran yang dilaksanakan secara daring selaras dengan arahan pemerintah baik pusat maupun daerah maka pihak sekolah dan masyarakat pun segera menjalankannya dengan mematuhi peraturan-peraturan yang telah diputuskan. Dengan berbagai perencanaan dan persiapan yang dirancang sedemikian rupa maka berlangsunglah kegiatan pembelajaran daring.

Para guru berikut wali kelas berusaha menghubungi orang tua siswa untuk mendata nomor telepon atau nomor whatsapp yang biasa digunakan sebagai jembatan penghubung antara guru dengan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran melalui media sosial atau tatap maya di room meeting. Para guru membuat kelompok belajar, orang tua siswa mulai menyiapkan pulsa data dan bagi orangtua yang belum memiliki ponsel android segera berusaha dengan berbagai upaya supaya dapat memiliki ponsel android untuk anak-anaknya.

Dewasa ini kita dihadapkan pada perkembangan teknologi informasi dan komunikasi serta tuntutan kegiatan pembelajaran secara daring, maka para guru dituntut untuk cakap dalam menguasai teknologi untuk pelaksanaan proses pembelajaran. Pemanfaatan akses teknologi informasi mesti digunakan untuk peningkatan kualitas pendidikan. Saat ini internet sangat membantu para guru dan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran daring. Beberapa hal yang dahulu nampak sulit diwujudkan menjadi mungkin dalam dunia pendidikan dewasa ini. Para siswa dapat belajar di mana saja dan kapan saja.

Implementasi pembelajaran daring yang sudah berjalan beberapa pekan ini secara umum berjalan lancar. Kendati demikian, seiring perjalanan waktu sudah mencul banyak permasalahan. Diantaranya tugas guru yang terlalu banyak sampai keluhan soal kuota dan jaringan internet. Banyaknya tugas dari guru seringkali menjadi keluhan dalam pembelajaran daring.

Beban belajar peserta didik tentunya harus diperhitungkan, terukur, baik secara materi maupun waktu. Tentunya perlu diingat bahwa pembelajaran di kelas tidak setiap saat diisi dengan tugas atau mengerjakan soal dalam jumlah banyak. Guru bisa memberikan tugas mengamati, mencoba, dan menganalis, sehingga lebih menarik dan menantang.



Meskipun pembelajaran jarak jauh, sapaan, respon, dan umpan balik atau penghargaan terhadap tugas yang dikerjakan merupakan hal yang tidak boleh dilupakan. Jangan sampai ada asumsi, peserta didik merasa diperdayai karena banyaknya tugas yang diberikan, tetapi tidak ada umpan balik dari guru, seperti pekerjaan yang sudah dikerjakan maksimal tapi guru tidak mengoreksi.

Tugas pembelajaran daring yang diberikan  kepada peserta didik selayaknya menuju kecakapan abad 21 tersebut. Pandemi Covid-19 kiranya bisa menjadi pintu masuk  untuk mengubah pembelajaran tekstual menjadi kontekstual. Pembelajaran kontekstual merupakan konsep belajar yang mengaitkan antara materi pelajaran dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik diharapkan dapat menemukan dan mengembangkan pengetahuan dan keterampilan baru sesuai dengan pengetahuan yang mereka miliki. Dengan demikian, mereka akan lebih memahami dan lebih memaknai pengetahuannya.

Dalam pelajaran matematika bisa diasah kemampuan membuat grafik perkembangan pandemi Covid-19 beserta prediksinya. Melalu pelajaran seni budaya bisa dilatih menganalisis dampak Covid-19 terhadap perkembangan seni pertunjukan dan alternatif solusinya. Dalam pelajaran Bahasa Indonesia dilatih membuat proposal menggali dana bantuan untuk penanggulangan pandemi Covid-19 atau membuat puisi, artikel, cerpen diharmonikan dengan situasi yang baru terjadi.

Dengan demikian, ketika peserta didik diasah kemampuannya untuk melihat dunia nyata dan memviralkan kepada publik melalui hasil analisisnya, sudah membuktikan nilai penguatan pendidikan karakter terutama nilai integritas sebagai aspek ungkapan bela rasa maupun empati kepada sesama.

Harapannya, jangan sampai pembelajaran daring hanya menghasilkan peserta didik sebagaimana robot yang hanya melulu mengerjakan latihan soal dengan seabreg tugas-tugas tanpa mampu berpikir dalam level tinggi. Untuk itu keberhasilan pembelajaran daring tersebut  perlu adanya kerjasama sinergis antara guru, sekolah, orang tua, dan peserta didik.

Sekolah perlu menaruh kepedulian kepada orang tua peserta didik yang tidak mampu membeli kuota atau tidak memiliki ponsel memadai dengan memfasilitasi, agar pembelajaran daring bisa berjalan optimal.Di samping itu, kesuksesan pembelajaran daring selama masa krisis Covid-19 ini tergantung pada kedisiplinan semua pihak.

Oleh karena itu, pihak sekolah di sini perlu membuat skema dengan menyusun manajemen yang baik dalam mengatur sistem pembelajaran daring. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat jadwal yang sistematis, terstruktur dan simpel untuk memudahkan komunikasi orang tua dengan sekolah agar putra-putrinya yang belajar di rumah dapat terpantau secara efektif. (***).


Tentang Penulis :


  • Nama : Ismawati
  • Prodi : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
  • Mahasiswa : Universitas Maritim Raja Ali Haji