DIMENSI JASMANI DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM

oleh -171 views
Ibnopita, Mahasiswa Magister Pendidikan Agama Islam Prodi PAI Universitas Muhammadiyah Malang

Dimensi Jasmani dalam Perspektif Pendidikan Islam

Oleh : Ibnopita


PENDIDIKAN Islam merupakan wadah yang bertujuan untuk menciptakan seseorang yang paripurna. Karena tujuan dari pendidikan agama Islam adalah menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Menurut Islam manusia merupakan mahluk Allah yang memiliki potensi. Potensi yang dimaksud antara lain potensi jasmani (fisik), rohani (spiritual) dan akal (mind).

Dengan potensi yang dimikili manusia akan memberikan kemampuan kepada manusia tersebut untuk memilih hidup mereka masing-masing. Potensi jasmani (fisik) merupakan organ fisik manusia yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia tersebut. Untuk memenuhi bekutuhan tersebut manusia juga memerlukan potensi rohani dan akal yang sehat pula, sehingga mereka tidak menyalahi aturan yang berlaku. Baik peraturan dalam masyarakat maupun peraturan dalam agama.

Islam memandang kesehatan jasmani merupakan sesuatu yang sangat berharga. Karena kesehatan yang baik berpengaruh pada kesehatan mental seseorang. Islam menghendaki setiap umatnya memiliki kesehatan jasmani yang kuat. Karena pendidikan jasmani sangat terkait dengan tujuan pendidikan agama Islam.

Jasmani merupakan wadah untuk tempat bernaungnya ruh seseorang. Dengan pendidikan jasmani kita bisa melatih anak didik menjadi insan yang sabar, jujur, berani, taat terhadap peraturan dan lain-lain. Pendidikan jasmani juga bisa memupuk perasaan social anak didik seperti setia kawan, tolong menolong dan saling bekerja sama. Untuk mencapai manusia yang memiliki jasmani yang sehat, jujur, berani, taat peraturan dan lain-lain tidak cuma menggunakan latihan fisik semata melainkan harus bersumber pada Al-qur’an dan Al-Sunah.

Zaman sekarang banyak diantara kita yang memiliki mental yang jauh dari nilai-nilai pendidikan Islam, karena terpengaruh pada virus globalisasi. Pengaruh tersebut  tidak hanya mempengaruhi dunia pendidikan semata tetapi juga sudah membengaruhi dunia politik, praktisi hukum dan bahkan sudah mempengaruhi kalangan masyarakat lainnya. Sekarang banyak diantara kita yang tidak jujur, tidak sopan, melanggar peraturan dan lain-lain. Dengan adanya permasalahan tersebut tantangan bagi dunia pendidikan Islam semakin hari semakin berat.



Jika hal ini dibiarkan terus berkelanjutan tidak besar kemungkinan pendidikan Islam semakin lama semakin hilang, dan kepribadian yang sehat dan jasmani yang kita idam-idamkan akan semakin jauh dan sulit untuk dicapai. Dan mental yang tidak sehat akan mempengaruhi kehidupan kita sekarang ini. Banyak diantara kita yang mengalami penyakit jiwa seperti depresi. Sehingga banyak yang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Kenyataan seperti ini tidak jarang kita temui dimasyarakat sekarang ini. Masalah ini sering terjadi karena seseorang siap menghadapi permasalahan yang terjadi pada diri mereka.

Seharusnya setiap insan yang memiliki jasmani yang kuat dan pendidikan agama yang baik bisa memiliki pemikiran yang terbuka dan luas. Jika jasmani yang kuat dibarengi dengan keimanan yang kuat dalam hati maka ilmu yang dimiliki oleh seseorang tidak akan merugikan orang lain.

Namun sebaliknya jika jasmani yang kuat tidak dibarengi dengan iman yang kuat maka besar kemungkinan seseorang akan menjadi orang yang tidak baik dan bisa merugikan orang lain. Karena hati seseorang yang memiliki iman dan jasmani yang kuat senantiasa mengarahkannya pada kecerdasan akal sersuai dengan tuntutan ajaran agama.

Oleh sebab itu setiap manusia dituntut untuk memiliki jasmani yang kuat, sehingga mereka bisa memiliki keuletan, ketangguhan, dan daya juang yang tinggi sehingga mereka bisa menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh mereka. Dengan jasmani yang sehat manusia bisa memperjuangkan agama dan mewujudkan Negara yang diharapkan.


  • Penulis adalah Mahasiswa Magister Pendidikan Agama Islam Prodi PAI Universitas Muhammadiyah Malang