NATUNA (KP),- Pandemi Covid-19 yang melanda dunia, termasuk Indonsia bahkah Natuna hingga saat ini membuat berbagai dunia usaha mengalami berbagai permasalahan, hal tersebut tak terkecuali dengan perhotelan.
Seperti yang diungkapkan oleh Direktur De Best Hotel Natuna Edy kepada koranperbatasan.com, Rabu, 20 Januari 2021 bahwa hingga saat ini usaha yang di jalaninya tersebut sangat dirasakan dampak dari adanya pandemi Covid-19. “Jika di bandingkan sebelum adanya Covid-19 dengan sekarang, dari bulan maret 2020 hingga sekarang bisa dibilang turun 95 % sangat kerasa sekali dampaknya. Bahkan dari 19 hari saya buka 2021 ini baru ada satu tamu saja,” ungkapnya.
Untuk itu, lanjut edy usaha yang sudah berjalan 4 tahun tersebut agar tetap dapat bertahan dan tidak terjadi PHK pada karyawan ia mencari solusi dengan menyelingkan usaha cafe di hotel.
“Karena seandainya bisnis ini tidak bisa bertahan berarti saya harus tutup dan jika sudah tutup usaha, maka otomatis saya akan PHK kan 5 atau 6 orang. Jadi kita harus mencari solusi bagaimana dengan meramaikan tempat ini ya salah satunya dengan cafe ini minuman makanan disini supaya ada arus kas masuk dulu,” katanya.
Tidak hanya itu tambah Edy, ia juga memberikan pelayanan yang lengkap terhadap tamu yang datang dan dengan harga yang terjangkau pula dengan harapan minat tamu semakin tinggi. “Saya memberikan pelayanan yang bagus, tapi dengan harga yang terjangkau dengan memfasilitasi sudah hampir sama seperti hotel berbintang. Ada air panasnya, AC ,wifinya cepat 50 mbs dan ada sarapan juga,” imbuhnya.
Selaku pelaku usaha dibidang perhotelan Edy berharap disamping berusaha tetapi juga dapat menumbuhkan dampak yang baik bagi perekonomian masyarakat Natuna. “Harapan saya adalah dengan bertambahnya pengunjung di hotel seperti ini, maka secara tidak langsung juga mempromosikan pariwisata yang ada di Natuna dan juga akan berdampak baik pada pertumbuhan ekonomi masyarakat,”tutupnya. (KP).
Laporan : Sandi










