TANGGAMUS

Tumpukan Sampah di Pasar Gisting, Camat Akui Kurangnya Petugas

×

Tumpukan Sampah di Pasar Gisting, Camat Akui Kurangnya Petugas

Sebarkan artikel ini

TANGGAMUS (KP),- Kurangnya perhatian oleh dinas terkait terhadap tumpukkan sampah di sekitaran areal Pasar Gisting yang menimbulkan aroma tak sedap menjadi keresahan bagi warga setempat.

Sementara itu, keberadaan Pasar Gisting kerap disebut sebagai pasar memiliki kedisiplinan masyarakat yang mampu diandalkan untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Terkait hal tersebut, Camat Gisting, Kabupaten Tanggamus, Purwanti mengaku banyaknya tumpukan sampah di sekitar pasar Gisting karena minimnya petugas kebersihan pasar.

“Sampah tersebut terjadi karena kurangnya petugas kebersihan dan biasanya pada hari Sabtu dan Minggu petugas kebersihan libur,” kata Camat Purwanti saat dihubungi via telephone oleh tim media tergabung AJOI DPC Tanggamus, Sabtu 6 Februari 2021.

Tumpukan sampah dilingkungan pasar tersebut terlihat menggunung terutama di depan Apotik Bintang persis dipinggir Jalan Lintas Barat Kotaagung.

“Kami hanya ada petugas kebersihan sembilan orang. Pada hari Sabtu dan Minggu mereka libur. Dengan adanya kejadian ini, akan segera saya hubungi petugasnya untuk mengangkut sampah yang ada,” lanjutnya.

Disamping itu, Kabid Pengelolaan Limbah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanggamus, Rahman mengatakan bahwa terkait persoalan sampah di Pasar Gisting, pihaknya akan koordinasi dengan pihak Kecamatan.

Sepengetahuannya, petugas kebersihan tidak ada liburnya. Selama ini di akui, Kecamatan Gisting memang kekurangan personil petugas kebersihan.

“Sementara saat ini belum atau tidak diperbolehkan untuk mengangkat tenaga TKS untuk semua jenjang,” tandasnya.

Kondisi ini mendapat komentar dari Ketua LSM GMBI Distrik Kabupaten Tanggamus, Amroni ABD. Menurutnya, sudah menjadi hal yang biasa di wilayah Kabupaten Tanggamus, ketika terjadi protes warga, barulah pihak Pemkab mau bergerak cepat.

“Sudah jadi budaya pihak Pemkab Tanggamus ketika ada protes warga baru akan bergerak cepat. Dari kejadian besar, bencana alam, bahkan soal sampah, ketiga sudah di protes warga, baru akan bergerak. Untuk mengantisipasi dan menanggulangi hal yang berdampak, sangat jauh terpikirkan,” kata Amroni. (KP/Arzal).

Baca Juga:  Terkait Dana PIP, Kepsek : “Akan Kami Kembalikan Jika Ortu Siswa Minta Dikembalikan”  

Kontributor : Tim AJOI


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *