TANGGAMUS (KP),- Terkait adanya pemotongan Dana Program Indonesia Pintar (PIP) di SMK N 1 Kotaagung Barat, Kabupaten Tanggamus, dalam hal ini orang tua siswa meminta agar dikembalikan dana PIP yang telah dipotong oleh pihak sekolah tersebut.
Selain itu, sejumlah orang tua siswa juga kecewa akibat pakaian seragam yang dibelikan melalui pihak sekolah tidak sesuai ukuran setelah diterima para siswa/i baru Tahun 2020. Hal itu diketahui saat para siswa menerima baju seragam putih abu-abu dan seragam pramuka dua minggu yang lalu.
Saat dikonfirmasi Jumat, 25 September 2020, Kepala Sekolah (Kepsek) SMK Negeri 1 Kotaagung Barat, Sri Purwati Ningsih menyampaikan bahwa pihaknya akan mengembalikan dana PIP siswa tersebut jika orang tua siswa minta dikembalikan.
“Akan kami kembalikan, jika orang tua (Ortu) siswa minta untuk dikembalikan, tapi menunggu setelah Dana BOS cair, karena kemaren posisi mendesak jadi istilahnya dipinjam dulu lah,” tuturnya.
Sri Purwatiningsih juga menjelaskan bahwa ia sebelumnya telah menghimbau jika seragam yang diberikan tidak sesuai ukuran agar dikembalikan ke pihak sekolah.
“Saya pernah menghimbau apabila seragam siswa yang tidak sesuai ukuran agar dibawa ke sekolah kembali untuk diperbaiki sesuai ukurannya. Hal ini mungkin belum disampaikan wali kelasnya,” jelasnya.
Sementara itu terkait pemotongan Dana PIP, sebelumnya Sri Purwati Ningsih menyampaikan bahwa hasil pemotongan Dana PIP siswa tersebut, untuk membantu biaya operasional sekolah, karena menurutnya biaya operasional sekolah ditempatnya tidak terkafer oleh pemerintah daerah, seperti gaji guru honorer.
“Banyak, untuk biaya operasional sekolah, operasional sekolah itu banyak banget, intinya saya gak bisa menjelaskan satu persatu, intinya itu untuk bayar guru honorer, untuk air minum guru dan segala macem,” ungkapnya, Kamis 3 September 2020 yang lalu. (KP).
Laporan : Arzal
Editor : Riduan










