NATUNA – Erjen Prawija balita asal Desa Kadur, Kecamatan Pulau Laut, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, menderita penyakit atresia ani sejak 2 hari setelah kelahiran.
Astresia ani merupakan salah satu jenis cacat atau kelainan sejak lahir. Pada kondisi ini, lubang anus tidak terbentuk dengan sempurna yang menyebabkan penderita tidak dapat mengeluarkan tinja secara normal.
“Dari umur 2 hari, langsung kita rujuk ke RSUD Natuna dan dibuat anus seperti yang dipoto itu pak. Karena tidak ada biaya kemarin, kita pulang ke Pulau Laut dulu. 7 bulan kemudian kita rujuk kembali ke RSUD Natuna, dan selanjutnya ke RS Awal Bross Batam,” sebut Marsidi ayah kandung Erjen Prawija melalui telepon saluler, Jum’at, 24 Desember 2021.
Kata Marsidi, saat ini Erjen Prawija sedang menjalani perawatan di Batam. Namun belum bisa dipastikan kapan akan dioperasi.
“Sekarang lagi perawatan oleh dokter anak sampai sehat, karena masih batuk pilek juga. Insya Allah setelah itu akan dilanjut dengan operasinya,” terangnya.
Marsidi mengakui, untuk biaya pengobatan Erjen Prawija sekarang ditanggung oleh pihak BPJS Kesehatan. Namun yang diperlukan saaat ini biaya transfortasi, sewa tempat tinggal, makan minum dan sebagainya selama di Batam.
“Untuk pengobatan BPJS pak. Kita kualahan sewa rumah dan mobil. Karena kita bolak balik dari tempat tinggal yang sekarang di Batu Aji. Nanti malam jam tujuh kita ke rumah sakit lagi. Kita lebih kurang sudah 20 hari di Batam,” ujarnya.
Sebagai seorang ayah, Marsidi berharap anaknya Erjen Prawija bisa segera sembuh. Bagi yang ingin menyalurkan bantuan terhadap Erjen Prawija bisa melalui rekening Bank Rakyat Indonesia (BRI) Nomor 328201027266535 atas nama Herka Rianti (Ibu kandung Erjen Prawija), atau menghubungi pihak keluarga ke nomor kontak 085274932547.
Sementara Kepala Desa Kadur, Said Muhamad membenarkan bahwa saat ini Erjen Prawija sedang menjalani perawatan di Batam.
“Iya saat ini Erjen Prawija dalam perawatan oleh dokter anak di Batam. Supaya anak itu sehat dan bisa di operasi, sementara mereka ngontrak disana. Waktu mengantar Erjen Prawija ke Batam saya ikut, hanya saja sudah pulang duluan,” kata Said.
Said mengaku, pemerintah desa sudah berupaya membantu dengan cara menjalankan proposal sumbangan bersifat sukarela.
“Alhamdulillah sebelum keberangkatan Erjen Prawija ke Batam kemarin. Hampir terkumpul lebih kurang Rp 10 juta di 3 desa yang berada di Kecamatan Pulau Laut,” jelasnya.
Selaku kepala desa, ia mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan oleh para donatur.
“Kami sangat bersyukur atas bantuan bapak ibu. Erjen Prawija masih dalam perawatan dan operasi belum tahu kapan. Mari bersama-sama kita terus membantu, dan bisa langsung melalui ke rekening Herka Rianti (Ibu kandung Erjen Prawija),” tutupnya. (KP).
Laporan : Johan










