KABAR PERBATASANKEPULAUAN RIAUNASIONALNATUNAPARIWISATAPARLEMENTARIA

Geopark Natuna Jadi Simbol Identitas Daerah dan Instrumen Pembangunan Berkelanjutan

×

Geopark Natuna Jadi Simbol Identitas Daerah dan Instrumen Pembangunan Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
Formasi batuan khas di kawasan Geopark Nasional Natuna sebagai daya tarik wisata geologi
Geopark Nasional Natuna dijadikan simbol identitas daerah dan promosi pariwisata berkelanjutan

Pemerintah Kabupaten Natuna mengukuhkan komitmennya terhadap pengembangan Geopark Nasional Natuna sebagai pilar pembangunan berkelanjutan, promosi budaya lokal, dan daya tarik wisata unggulan. Komitmen ini ditegaskan Bupati Cen Sui Lan melalui Instruksi Bupati Natuna Nomor 1 Tahun 2025, Senin (21/07/2025).

 

NATUNA – Pemerintah Kabupaten Natuna secara resmi mengeluarkan Instruksi Bupati Natuna Nomor 1 Tahun 2025 sebagai langkah konkret memperkuat pengembangan Geopark Nasional Natuna. Kebijakan ini menandai posisi geopark sebagai pilar strategis dalam pembangunan daerah berbasis konservasi alam, ekonomi kreatif, dan pelestarian budaya.

Dalam rapat koordinasi persiapan penilaian Geopark Nasional Natuna yang digelar di ruang rapat Bupati, Senin (21/07/2025), Bupati Natuna Cen Sui Lan menekankan bahwa geopark tidak hanya menjadi simbol kekayaan geologi dan budaya lokal, tetapi harus tampil sebagai identitas daerah yang kuat serta motor penggerak pembangunan berkelanjutan.

“Geopark harus menjadi identitas daerah kita. Sebagai kawasan warisan geologi, ini bisa menjadi daya tarik pariwisata unggulan dan representasi kekayaan budaya serta keanekaragaman hayati yang kita miliki,” ujar Cen Sui Lan dalam arahannya.


Potret Bupati Natuna Cen Sui lan dalam Dalam rapat koordinasi persiapan penilaian Geopark Nasional.

Instruksi tersebut ditujukan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMD, kepala desa, serta institusi pendidikan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Natuna. Bupati mengarahkan agar setiap kegiatan pemerintahan daerah membawa tema atau elemen promosi Geopark untuk memperluas pengenalan ke publik.

Langkah ini sekaligus menjadi bentuk kesiapan menuju proses penilaian UNESCO Global Geopark, di mana Natuna kini berstatus sebagai kandidat yang tengah memasuki tahap strategis. Dalam koordinasi tersebut, dibahas secara rinci implementasi instruksi serta penyambutan tim penilai yang akan datang meninjau langsung kawasan Geopark Natuna.

Baca Juga:  Nelayan Kepri Desak Wakil Rakyat Tolak Permen-KP 59 Tahun 2020

Geopark Nasional Natuna mencakup situs-situs geologi bersejarah, formasi batuan langka, dan kawasan biodiversitas khas yang menyimpan potensi luar biasa sebagai destinasi ekowisata unggulan. Melalui pendekatan lintas sektor dan sinergi antarpemangku kepentingan, Natuna berharap dapat menunjukkan bahwa geopark bukan sekadar kawasan lindung, tetapi juga sarana membangun peradaban lokal yang tangguh.

“Kita ingin membangun pariwisata yang inklusif, berbasis kearifan lokal, dan berkelanjutan. Geopark memberi kita landasan ilmiah sekaligus nilai budaya untuk berkompetisi secara global,” tambah Bupati.

Pemerintah Kabupaten Natuna optimis bahwa pengembangan geopark yang terpadu dan berbasis partisipasi akan memberi manfaat konkret bagi masyarakat, membuka peluang kerja baru, serta memperkuat posisi Natuna dalam percaturan pariwisata dan diplomasi budaya Indonesia di kancah dunia. (KP).


Kontributor : Diskominfo Natuna

Editor : Dhitto


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *