KABAR PERBATASANKEPULAUAN RIAUNASIONALNATUNAPARLEMENTARIA

Desa Selading Optimalkan Dana Desa untuk Pemberdayaan dan Infrastruktur

×

Desa Selading Optimalkan Dana Desa untuk Pemberdayaan dan Infrastruktur

Sebarkan artikel ini
Potret suasana saat wawancara bersama Kepala Desa Selading, Raja Syamsul Bahri, S.E.Sy.
Potret suasana saat wawancara bersama Kepala Desa Selading, Raja Syamsul Bahri, S.E.Sy.

NATUNA – Di ujung barat Kecamatan Pulau Tiga Barat, Kabupaten Natuna, Desa Selading terus berupaya menggerakkan pembangunan melalui Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD). Kepala Desa Selading, Raja Syamsul Bahri, S.E.Sy., menegaskan bahwa pengelolaan anggaran tahun 2025 difokuskan untuk pemberdayaan masyarakat, ketahanan pangan, kesehatan, hingga pembangunan infrastruktur dasar.

Syamsul Bahri menjelaskan, total ADD Desa Selading tahun 2025 berjumlah Rp816.739.900, sedangkan Dana Desa yang ditransfer dari pemerintah pusat mencapai Rp623.181.000. Anggaran tersebut dikelola dengan mematuhi regulasi nasional, sekaligus menyesuaikan kebutuhan prioritas masyarakat desa.

“Dana ini kami arahkan ke program-program prioritas. Mulai dari kesehatan, pemberdayaan masyarakat melalui posyandu, bantuan langsung tunai, sampai pemberdayaan BUMDes di bidang pertanian. Kami juga mengalokasikan pembangunan fisik seperti rehab pelantar beton, balai desa, hingga lapangan takraw,” ujarnya kepada koranperbatasan.com di ruang kerjanya, Kamis, 28 Agustus 2025.

Di bidang kesehatan, Desa Selading memperkuat kader posyandu agar layanan dasar semakin mudah diakses masyarakat. Sementara di sektor ekonomi, BUMDes mendapatkan penyertaan modal sebesar Rp124 juta atau sekitar 20 persen dari Dana Desa. Dana itu difokuskan pada usaha tematik pertanian berupa penanaman pisang kepok sebagai komoditas unggulan.

Pembangunan infrastruktur juga menjadi perhatian. Rehab pelantar gang keramba di Batu Duyung rampung pada Juni lalu, sedangkan rehab lapangan takraw dan balai desa di Selading segera dimulai menyusul masuknya anggaran tahap berikutnya. “Alhamdulillah, kabarnya dana sudah masuk di rekening kas desa. Insya Allah September ini kita mulai eksekusi,” kata Syamsul.

Sistem pencairan dana desa yang kini menggunakan transfer langsung melalui CMS dinilai memudahkan. Dana dapat langsung disalurkan kepada pihak pelaksana atau supplier tanpa harus menarik ke bank, mengingat lokasi desa cukup jauh dari pusat layanan perbankan.

Baca Juga:  HKMS Natuna Galang Dana Rp16 Juta untuk Korban Bencana Sumbar

Meski progres pembangunan berjalan lancar, Syamsul tidak menutup mata terhadap keterbatasan yang masih dihadapi desa. Akses jalan antarwilayah, khususnya dari Sepasir ke Selading, disebut sudah lama mengalami kerusakan dan butuh perhatian serius pemerintah daerah hingga pusat. Selain itu, pemerataan jaringan internet juga menjadi masalah mendesak.

“Starlink memang sudah masuk, tapi sifatnya berbayar. Masyarakat menengah ke atas bisa berlangganan, sementara yang ekonomi ke bawah belum mampu. Di sisi lain, jaringan Telur Labu yang menopang internet di sini tidak stabil karena listrik PLN hanya hidup beberapa jam. Akibatnya jaringan sering mati siang hingga sore hari,” jelasnya.

Selain itu, pengelolaan sampah juga menjadi pekerjaan rumah. Syamsul berharap ada dukungan teknis dari dinas terkait agar pengolahan sampah bisa bernilai ekonomi sekaligus menjaga lingkungan desa.

Dengan berbagai keterbatasan tersebut, Syamsul Bahri berharap adanya sinergi pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat dalam membantu desa-desa terluar seperti Selading. “Kami di ujung barat Kecamatan Pulau Tiga Barat tentu butuh perhatian lebih. Jalan, jaringan internet, dan fasilitas dasar masih jauh dari layak. Semoga ini bisa menjadi perhatian semua pihak,” pungkasnya. (KP).


Laporan : Fergi


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *