Kepala Desa Kadur mendorong percepatan realisasi program Kampung Nelayan Merah Putih untuk meningkatkan ekonomi nelayan lokal.
NATUNA — Kepala Desa Kadur, Herman, menyatakan komitmennya dalam mendorong realisasi program Kampung Nelayan Merah Putih di wilayahnya sebagai bagian dari program nasional prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat sektor perikanan dan kesejahteraan nelayan.
Pemerintah Desa Kadur secara aktif mengusulkan wilayahnya sebagai salah satu lokasi pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih yang saat ini tengah dalam tahap survei kelayakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Program tersebut merupakan inisiatif strategis nasional yang menargetkan pembangunan lebih dari 1.000 kampung nelayan di seluruh Indonesia, dengan tujuan menciptakan kawasan perikanan terpadu yang modern dan berkelanjutan.
“Program ini merupakan program nasional dari kementerian dan menjadi prioritas Presiden. Kami di desa sangat mendukung dan berharap bisa menjadi bagian dari program tersebut,” ujarnya saat kepada koranperbatasan.com via Whatsapp, Rabu, 15 April 2026.
Dalam proses pengusulan, Pemerintah Desa Kadur telah menyiapkan tiga titik lokasi yang terdiri dari satu area laut dan dua area darat. Seluruh lokasi tersebut telah ditinjau langsung oleh tim dari KKP bersama dinas perikanan dan penyuluh perikanan.
Herman menyebutkan bahwa hasil peninjauan awal menunjukkan ketiga lokasi tersebut memenuhi kriteria dasar yang dibutuhkan untuk pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih.
“Alhamdulillah, dari hasil survei awal, lokasi yang kami usulkan memenuhi syarat, baik dari sisi lahan maupun dukungan masyarakat,” katanya.
Herman menjelaskan bahwa program Kampung Nelayan Merah Putih akan menghadirkan berbagai fasilitas perikanan modern yang terintegrasi dalam satu kawasan. Secara keseluruhan, terdapat sekitar 27 jenis fasilitas yang akan dibangun, mulai dari gudang, pabrik es, cold storage, hingga unit pembekuan ikan.
Selain itu, fasilitas pendukung lain seperti bengkel nelayan dan akses jalan menuju pelabuhan juga akan menjadi bagian dari pembangunan kawasan tersebut.
“Dengan adanya fasilitas lengkap seperti pabrik es, cold storage, dan pembeku ikan, nelayan tidak lagi kesulitan dalam menyimpan hasil tangkapan,” jelasnya.
Menurut Herman, selama ini nelayan di wilayah Pulau Laut menghadapi kendala dalam penyimpanan hasil tangkapan, terutama karena keterbatasan fasilitas pendingin yang memadai. Kondisi tersebut kerap menyebabkan penurunan kualitas ikan.
Dengan hadirnya fasilitas modern, nelayan diharapkan dapat meningkatkan volume tangkapan sekaligus menjaga kualitas hasil perikanan.
“Selama ini nelayan masih mengandalkan es batu, sehingga kualitas ikan kurang maksimal. Dengan fasilitas ini, hasil tangkapan bisa ditampung lebih banyak dan kualitasnya tetap terjaga,” tutur Herman.
Selain berdampak pada sektor perikanan, Herman juga menilai program tersebut akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan infrastruktur desa, terutama akses jalan menuju kawasan pelabuhan.
Herman mengakui bahwa keterbatasan anggaran desa selama ini menjadi kendala dalam pembangunan infrastruktur skala besar. Karena itu, kehadiran program nasional dinilai akan sangat membantu percepatan pembangunan di desa.
“Kalau mengandalkan Dana Desa, pembangunan infrastruktur seperti akses jalan cukup terbatas. Program ini tentu akan sangat membantu,” kata Herman.
Lebih lanjut, Herman mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah indikator utama yang menjadi penilaian dalam penetapan Kampung Nelayan Merah Putih, antara lain ketersediaan lahan, sumber air, kapasitas listrik, serta tingkat dukungan masyarakat.
Untuk Desa Kadur, seluruh indikator tersebut dinilai telah terpenuhi, termasuk adanya kesediaan masyarakat untuk menghibahkan lahan sebagai lokasi pembangunan. Selain itu, ketersediaan sumber air dinilai mencukupi dengan adanya embung dan sumber air tambahan yang dapat mendukung operasional kawasan. Dari sisi kelistrikan, wilayah Pulau Laut juga dinilai memiliki kapasitas yang memadai untuk mendukung operasional fasilitas perikanan modern.
“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Sejak awal kami memang berharap desa ini bisa menjadi Kampung Nelayan Merah Putih,” ungkapnya.
Herman berharap hasil survei kelayakan yang dilakukan oleh KKP dapat segera diumumkan dalam waktu dekat. Ia menargetkan hasil tersebut dapat diketahui sebelum akhir April 2026.
Apabila Desa Kadur ditetapkan sebagai lokasi Kampung Nelayan Merah Putih, maka tahap selanjutnya akan masuk pada perencanaan teknis pembangunan sebelum realisasi fisik dilakukan. Ia optimistis program tersebut akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya nelayan di wilayah Pulau Laut.
“Harapan kami tentu Desa Kadur bisa ditetapkan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat nelayan,” pungkasnya. (KP).
Laporan : Dhitto










