“SMPN 1 Bunguran Timur mulai membuka persiapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 dengan sistem online, kuota 224 siswa, serta mengandalkan program unggulan Marching Band untuk menarik minat calon peserta didik di Natuna.”
SMPN 1 Bunguran Timur resmi mempersiapkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 dengan sistem pendaftaran online yang dijadwalkan berlangsung pada 1 hingga 4 Juli 2026. Sekolah favorit di Kabupaten Natuna ini menyiapkan tujuh rombongan belajar (rombel) dengan total kuota 224 siswa baru serta memperkuat daya tarik melalui program unggulan Marching Band dan prestasi non-akademik.
NATUNA – Kepala SMPN 1 Bunguran Timur, Zurna, S.Pd., mengatakan mekanisme penerimaan siswa tahun ini masih menggunakan sistem online seperti tahun sebelumnya. Namun pihak sekolah tetap menyediakan bantuan teknis bagi orang tua yang mengalami kesulitan saat melakukan pendaftaran.
“Kalau memang ada kendala orang tua mendaftar, boleh datang ke sekolah, nanti panitia akan membantu proses pendaftarannya,” ujar Zurna kepada koranperbatasan.com saat diwawancarai di ruang kerjanya, Sabtu (9/5/2026).
Menurutnya, jadwal pelaksanaan SPMB mengikuti edaran dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Natuna, dengan masa pendaftaran dibuka selama empat hari mulai 1 hingga 4 Juli 2026.
Untuk tahun ini, SMPN 1 Bunguran Timur menyiapkan tujuh rombongan belajar dengan total daya tampung sebanyak 224 siswa. Kuota tersebut disesuaikan dengan jumlah lulusan dari tujuh sekolah dasar pendukung di wilayah Kecamatan Bunguran Timur.
“Kalau tahun ini ada tujuh SD yang mendukung peserta didiknya melanjutkan pendidikan ke sekolah kami,” jelasnya.
Meski tidak melakukan promosi langsung ke sekolah-sekolah dasar, SMPN 1 Bunguran Timur tetap menjadi salah satu sekolah tujuan favorit di pusat Kota Ranai. Salah satu faktor utama yang menarik minat siswa baru adalah kegiatan ekstrakurikuler Marching Band.
Menurut Zurna, Marching Band masih menjadi program unggulan yang paling diminati para siswa. Walaupun peralatan yang digunakan merupakan hibah sejak tahun 2008, pihak sekolah terus melakukan perawatan secara bertahap menggunakan dana BOS agar tetap layak digunakan.
“Daya tarik anak-anak masuk ke sini salah satunya adalah Marching Band. Walaupun alatnya sudah cukup lama, kami tetap melakukan pemeliharaan agar kegiatan siswa tetap berjalan maksimal,” terangnya.
Selain Marching Band, sekolah tersebut juga aktif mencetak prestasi di bidang non-akademik maupun akademik. Berbagai lomba seperti tari tradisional, cerdas cermat, hingga kompetisi tingkat daerah berhasil diraih siswa SMPN 1 Bunguran Timur dalam beberapa tahun terakhir.
Zurna menambahkan, pembinaan prestasi dilakukan secara terintegrasi melalui kegiatan ekstrakurikuler yang rutin dilaksanakan di sekolah.
Di sisi lain, pihak sekolah juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan SPMB online tahun sebelumnya yang sempat menimbulkan kendala teknis dan protes dari sebagian orang tua siswa.
Menurut Zurna, permasalahan utama terjadi karena banyak masyarakat belum memahami sistem prioritas zonasi dalam aplikasi pendaftaran online.
“Tahun lalu orang tua belum memahami bahwa wilayah mereka masuk zonasi tiga. Ketika kuota sudah penuh oleh zonasi satu dan dua, otomatis mereka tidak bisa terakomodir,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi persoalan tersebut terulang kembali, tahun ini sistem akan diperbaiki dengan penguncian wilayah berdasarkan RT yang tercantum di Kartu Keluarga calon peserta didik.
Di akhir wawancara, Zurna mengimbau masyarakat agar memahami empat jalur resmi penerimaan siswa, yakni jalur domisili atau zonasi, prestasi, afirmasi, dan mutasi.
“Empat jalur ini bisa menjadi alternatif bagi siswa yang tinggal jauh namun ingin sekolah di sini, karena syaratnya tidak hanya terpaku pada domisili,” tutupnya. (KP).
Laporan: Dini










