ANAMBASPOTRET PERBATASAN

PLN Anambas Percepat Normalisasi Listrik, Sembilan Mesin Kembali Beroperasi

×

PLN Anambas Percepat Normalisasi Listrik, Sembilan Mesin Kembali Beroperasi

Sebarkan artikel ini
Caption: Pertemuan dan pembahasan tindak lanjut permasalahan pemadaman listrik digelar di Pendopo Desa Payalaman, 24 September 2026. Hasilnya, normalisasi kelistrikan di tiga kecamatan tercapai lebih awal dari target, dengan sembilan mesin PLN Sub ULP Ladan telah beroperasi sejak malam 25 September 2026.

“Normalisasi sistem kelistrikan di Kecamatan Palmatak, Siantan Tengah, dan Kute Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, berlangsung lebih cepat dari target setelah sembilan mesin PLN Sub Ladan kembali beroperasi sejak 25 September 2026.”

ANAMBAS – Plh. Manager PLN ULP Anambas, Imam Wicaksono, mengatakan sembilan mesin PLN Sub Ladan telah beroperasi sejak 25 September 2026, lebih cepat dari target normalisasi yang sebelumnya ditetapkan pada 1 Oktober 2026.

“Alhamdulillah sudah 9 mesin yang beroperasi sejak tanggal 25 malam,” kata Imam saat dikonfirmasi, Kamis (1/10/2026).

Menurut Imam, percepatan pemulihan tersebut dilakukan setelah material dan suku cadang yang dibutuhkan tiba di Pulau Palmatak dari Ranai menggunakan kapal pada dini hari 25 September 2026.

Material tersebut kemudian langsung digunakan untuk melakukan perbaikan pada mesin C6 dengan kapasitas 400 kW. Setelah pemasangan selesai, mesin dilakukan uji coba running sebagai bagian dari tahapan pemulihan sistem kelistrikan.

PLN selanjutnya melakukan penyalaan jaringan secara bertahap untuk mengembalikan pelayanan listrik kepada masyarakat di wilayah yang terdampak.

Namun, pemulihan sistem kelistrikan tidak hanya berkaitan dengan mesin pembangkit. PLN masih melakukan penanganan terhadap sejumlah potensi gangguan jaringan yang berasal dari tumbuhan di sekitar jalur penyulang.

Imam menyebutkan, pada 28 September 2026 pihaknya telah berkoordinasi dengan tiga kecamatan terkait dukungan dan perizinan kegiatan pemangkasan serta penebangan pohon yang berada di sekitar jaringan listrik.

Untuk penanganan yang lebih menyeluruh, PLN merencanakan pengerahan tim khusus pada pekan keempat Oktober 2026. Sementara itu, potensi gangguan yang ada saat ini tetap ditangani oleh personel PLN di lapangan.

“Kondisi saat ini untuk potensi yang membuat gangguan jaringan PLN juga kami angsur pemangkasan atau penebangannya dengan tim yang ada di sana,” ujarnya.

Baca Juga:  Fraksi PPIR Dorong Pemkab Anambas Fokus pada Anggaran Prioritas, Pelunasan Utang, dan Kesejahteraan ASN

Bamus Apresiasi Percepatan PLN

Terpisah, Ketua Badan Musyawarah Masyarakat Kecamatan Palmatak, Siantan Tengah dan Kute Siantan (Bamus-KPSTK), Azman Riadi, mengapresiasi langkah PLN yang berhasil mempercepat normalisasi listrik di tiga kecamatan tersebut.

Azman mengatakan, pengoperasian sembilan mesin sejak 25 September menjadi perkembangan positif karena sebelumnya normalisasi ditargetkan selesai pada 1 Oktober 2026.

“Alhamdulillah target normalisasi listrik di tiga kecamatan yang sebelumnya ditargetkan 1 Oktober sudah tercapai lebih awal, pada 25 September kemarin. Ini tentu kita apresiasi karena PLN sudah menanggapi keluhan masyarakat,” ujar Azman.

Meski demikian, Azman menegaskan bahwa pemulihan jangka pendek perlu diikuti dengan langkah jangka panjang agar sistem kelistrikan di wilayah tersebut semakin kuat dan stabil.

Menurutnya, dua unit mesin lainnya yang sebelumnya mengalami gangguan juga perlu segera mendapatkan penanganan sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem kelistrikan ke depan.

“Penanganan jangka panjang juga tetap diperlukan. Dua unit mesin lainnya yang sebelumnya mengalami gangguan akan diperbaiki sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem kelistrikan ke depan,” katanya.

Azman menambahkan, anggota DPRD juga telah bergerak menindaklanjuti aspirasi masyarakat yang sebelumnya disampaikan dalam pertemuan terkait persoalan kelistrikan.

“Anggota dewan kita juga sudah bergerak hari ini untuk menyampaikan keluhan dan aspirasi yang kita suarakan dalam pertemuan kemarin,” ujarnya.

Selain persoalan mesin, Azman juga mengimbau para kepala desa di tiga kecamatan agar terus memperkuat koordinasi, khususnya dalam penanganan vegetasi atau pepohonan yang berpotensi mengganggu jaringan listrik.

Menurutnya, koordinasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan PLN diperlukan agar kegiatan pemangkasan dapat dilakukan secara tertib sekaligus mengurangi potensi gangguan jaringan.

Dengan beroperasinya sembilan mesin lebih cepat dari target, proses pemulihan pasokan listrik di Palmatak, Siantan Tengah, dan Kute Siantan terus berjalan. Namun, perbaikan mesin yang masih bermasalah serta penanganan jaringan menjadi pekerjaan lanjutan untuk menjaga kestabilan pasokan listrik di tiga wilayah tersebut.

Baca Juga:  Disperindag Anambas Siapkan Rp 1 Milyar Dana Bantuan Bergulir Bagi Pelaku Usaha

Laporan: Deny Jebat


📊 Views: 16

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *