Polemik Pembangunan Rabat Beton di Pekon Betung Terkesan Asal Jadi

oleh -66 views
Potret-hasil-pembangunan-rabat-beton-di-Pekon-Betung-Kecamatan-Pematang-Sawa-Kabupaten-Tanggamus

TANGGAMUS (KP),- Menyikapi pemberitaan dibeberapa media online terkait pembangunan rabat beton di Pekon Betung Kecamatan Pematang Sawa Kabupaten Tanggamus, yang di bangun menggunakan dana desa tahun anggaran 2019 oleh PJ Pekon. Warga keluhkan bangunan tersebut diduga tidak sesuai dengan perencanaan.

Senin, 02 Desember 2019, LSM GMBI dan LSM MP3 bersama Tim DPC AJOI Tanggamus melakukan penelusuran ke lokasi menemui, Mamo (42) nama samaran, narasumber yang merupakan warga setempat.



Menurut mamo saat dikonfirmasi tim media mengatakan bahwa pembangunan tersebut tidak ada plang/papan pagu anggaran kegiatan  dan tidak ada pemberdayaan masyarakat. “Pembangunan itu enggak ada plang pengerjaan, jadi pengerjaannya itu hanya melibatkankan TPK aja,” katanya.

Pembangunan tersebut pada gambar yang diambil oleh media, tampak bahwa lebar jalan kurang lebih 3 meter dibagi menjadi 2,1 jalan selebar 1 meter menjadi dua bagian dan di tengah kosong, panjang sekitar 150 meter jalan menuju sungai. “Bangunannya itu enggak sesuai harapan masyarakat, hasil bangunannya aja kalo di injak pakai kaki bisa hancur,” jelasnya.

Masih menurut Mamo, masyarakat  berharap agar pembangunan tersebut segera di tindaklanjuti oleh pemerintah daerah agar pemanfaatannya bisa maksimal. “Saya berharap, pembangunan itu dikerjakan sesuai RAB yang ada, saya selaku warga sini merasa kecewa, kalau bisa bangunan itu dikerjaka dan diperbaiki lagi, tidak seperti kondisi saat ini,” ujarnya, seraya meminta inspektorat turun langsung melihat dan memeriksa kondisi bangunan tersebut.

Sementara Camat Pematang Sawa, Agus Somad, ketika dikonfirmasi via telpon selulernya mengatakan, “kami dari kecamatan sudah menegurnya kepada Pj Kakon Pematang Sawa, secara tertulis”.

“Pada prinsipnya kami dari kecamatan telah melakukan fungsi pengawasan dan telah melayangkan surat klarifikasi terkait beredarnya berita dibeberapa media online beberapa waktu lalu,” kata Agus.

Masih menurut Agus Somad, bahwa Pj Kepala Pekon Betung menyikapi surat yang dilayangkan oleh pihak kecamatan mengatakan akan segera berkordinasi dengan TPK untuk  perbaikan pekerjaan rabat beton yang dipersoalkan warga lewat media.

Namun, berdasarkan pemantauan Amroni Abd. SH, Ketua LSM GMBI Distrik Tanggamus, kontruksi pengerjaan pembangunan tersebut hingga Senin, 02 Desember 2019 masih terlihat seperti yang selama ini dikeluhkan masyarakat setempat.

“Kalau melihat dari kondisi pembangunan tersebut, itu sudah menyalahi aturan, karena setiap pembangunan yang menggunakan Anggaran Dana Desa (ADD) harusnya di pasang plang pagu kegiatan. Kalau plangnya saja tidak dipasang artinya Pj tersebut tidak tahu aturan pengerjaan pembangunan,” jelasnya.

Masih menurut Amroni, “bangunan itu kan untuk masyarakat, harusnya koordinasi dengan masyarakat bahwa disitu akan dibangun rabat beton itu,” katanya. Amroni berharap inspektorat secepatnya bisa turun langsung melihat kondisi bangunan yang dikerjakan oleh Pj Kakon tahun 2019.

“Saya berharap apa yang diinginkan masyarakat bisa didengar dan di kerjakan sesuai RAB, jangan asal membangun begitu, jangan mentang – mentang di pedalaman jadi seenaknya saja dan pemerintah jangan terkesan membiarkan bangunan yang tidak sesuai aturan itu,” pungkasnya. (KP).


Editor : Arzal

Kontributor : Tim AJOI Tanggamus



Memuat...