KABAR PERBATASANTANJUNGPINANG

Mentan RI Kunjungi Gerai Pangan di Tanjungpinang

×

Mentan RI Kunjungi Gerai Pangan di Tanjungpinang

Sebarkan artikel ini

TANJUNGPINANG (KP),- Sampena Hari Tani Nasional 2020, Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengunjungi Gerai Pangan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Kota Tanjungpinang, di Jalan Hang Lekir Tanjungpinang, Sabtu  26 September 2020.

Kedatangan Menteri Pertanian Indonesia itu, disambut langsung oleh Wali Kota Tanjungpinang, Rahma didampingi Sekretaris Daerah Teguh Ahmad Syafari, Kepala DP3 Ahadi, camat, lurah, serta kelompok tani Kota Tanjungpinang.

Pada kesempatan itu, Syahrul mengatakan ditengah pandemi Covid-19, hampir seluruh profesi macet. Tetapi, sektor pertanian tidak boleh terhenti karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar manusia sehari-hari.

“Beli baju, perbaiki motor bisa ditunda, tapi kalau makanan, sayur, buah-buahan itu sudah menjadi kebutuhan pokok sehari-hari. Jadi, harus tetap produksi,” ucap Syahrul.

Syahrul mengatakan, pertanian itu bisa dilakukan di perkarangan rumah sendiri, misalnya menanam sayuran, bawang, atau timun. Hasilnya, bisa dipetik dalam masa 20 hari, satu dan dua bulan.  “Asalkan diurus, ada air, ada keringat pasti menghasilkan bagi kehidupan,” kata Syahrul.

Apalagi Mentan melihat Tanjungpinang masih banyak tanah kosong yang bisa dimanfaatkan untuk sektor pertanian. Ditengah pandemi Covid-19 saat ini, sektor pertanian menjadi bisnis yang tetap berjalan, bahkan ada yang tetap ekspor.

“Sektor pertanian mempunyai peran penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Nilai ekspor pertanian sepanjang Januari sampai dengan Juni mencapai Rp252 triliun,” tutur Syahrul.

Syahrul juga menyebutkan, pihaknya bahagia melihat gerai pangan di Kota Tanjungpinang. Dirinya berharap gerai ini bisa tembus hingga pasar Singapore dan Malaysia. Dan pihaknya akan terus mendukung perkembangan sektor pertanian di Kota Tanjungpinang.

Sementara itu, Wali Kota Tanjungpinang, Rahma menjelaskan gerai pangan ini telah hadir di Kota Tanjungpinang sejak 12 Desember lalu. Penjual di gerai pangan ini semuanya kelompok tani, bukan pedagang.

Baca Juga:  Pemerintah Desa Cemaga Sukses Salurkan BST Tahap ke-6

“Ini syarat kita, yang bisa menjual di gerai ini hanya kelompok tani. Ini juga salah satu upaya kami, agar petani tidak tergantung dengan para tengkulak. Gerai ini pun gratis,” jelas Rahma.

Rahma juga menerangkan, untuk harga jual di gerai ini lebih murah dari harga di pasaran. Itulah bedanya pasar tani (gerai pangan) ini dengan pasar lainnya. Rahma yakin gerai pangan ini sudah menjadi awal menjadi sebuah pasar. Kedepan, gerai ini akan ramai dikunjungi pembeli.

“Saya yakin, gerai ini akan ramai dikunjungi pembeli. Contoh, pasar bincen itu, dulunya sepi. Sekarang sudah ramai. Yang penting, bapak ibu sabar. Kita mulai sesuatu yang kecil untuk menghasilkan hal yang besar,” tutup Rahma. (KP).


Laporan : Ependi

Editor : Riduan


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *