KABAR PERBATASANNATUNAPEMBANGUNAN DAERAHPENDIDIKANRAGAM PERBATASAN

STAI Natuna Diminta Teruskan Pengabdian di Kampung Segeram

×

STAI Natuna Diminta Teruskan Pengabdian di Kampung Segeram

Sebarkan artikel ini
Anak-anak di Kampung Segeram sedang menjalani aktifitas keagamaan bersama mahasiswa STAI Natuna

NATUNA – Menjadikan Segeram sebagai kampung binaan sudah berlangsung sejak tahun 2017 lalu. Pengabdian yang dilakukan mahasiswa-mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna pun disambut baik masyarakat setempat.

Bahkan, masyarakat dengan senang hati menyediakan rumah khusus untuk dijadikan posko selama pengabdian mahasiswa-mahasiswi STAI Natuna. Kampung tua yang berada di Kelurahan Sedanau, Kematan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau itu, diketahui menyimpan banyak nilai sejarah tinggi.

Hal itu terungkap dari hasil riset yang dilakukan oleh satu-satunya mahasiswa perguruan tinggi yang ada di Natuna. Mereka menemukan adanya tanda-tanda sejarah awal pemerintahan Melayu dan penyebaran agama Islam di Natuna berasal dari Kampung Segeram.

Pembina Yayasan Abdi Umat (YAU) Kabupaten Natuna, H. Umar Natuna, S.Ag, M.Pd.I menyebut masyarakat Kampung Segeram meminta kegiatan STAI Natuna terus berlanjut. Bahkan tidak hanya pengabdian mahasiswa-mahasiswi saja, para dosen juga diminta hadir sebulan sekali untuk membina, terutama aspek agama.

Ia memastikan keinginan masyarakat akan pemeliharaan situs-situs di daerah tersebut sangat tinggi, mereka juga haus akan kajian-kajian agama. Sebelum STAI Natuna hadir, masyarakat Kampung Segeram merasa terisolir, pihak setingkat kelurahan saja disebut jarang menghampiri.

“Jadi untuk tahun 2022 mendatang, kita programkan sebulan sekali pengabdian dosen disana, dan kita sudah sepakat itu,” kata H. Umar Natuna, kepada koranperbtasan.com di ruang kerjanya, Jum’at 17 September 2021.

Mahasiswa STAI Natuna saat melakukan pengamanan sapi hewan kurban di Kampung Segeram, Hari Raya Idul Adha tahun 2021

Antusias masyarakat Kampung Segeram membuat H. Umar Natuna tergerak hati lalu memutuskan kegiatan STAI Natuna tidak hanya sebatas pengabdian. Setiap menyambut Hari Raya Idul Adha, STAI Natuna juga mengadakan pemotongan hewan kurban di Kampung Segeram.

Baca Juga:  Payalaman Ajukan Revitalisasi Kantor Desa Jadi Prioritas Utama

“Kita masuk tahun 2017, menurut cerita masyarakat tidak pernah melaksanakan pemotongan hewan kurban, tidak tahu bagaimana cara memotong. Meraka hanya terima daging dari Sedanau. Waktu kurban perdana, mereka hanya melihat kita bekerja. Kemudian tahun berikutnya mereka sudah tahu bagaimana cara memotongnya, mulai dari mengulit sapi dan segala macam,” ungkapnya.

Berangkat dari pengalaman itu, H. Umar Natuna berharap mahasiswa-masiswi yang melakukan pengabdian agar dapat meciptakan inovasi-inovasi baru. Dimana mahasiswa-mahasiswi dari Program Study (Prody) Pendidikan Agama Islam (PAI), bisa mendidik anak-anak tidak secara klasikal, namun berdasarkan minat anak.

“Oh minatnya di bidang seni, kelompokan anak-anak itu di bidang seninya, kalau klasikalkan terkadang bagi anak-anak yang tidak berminat, tidak tertarik,” ungkapnya.

Kemudian untuk Prody Ekonomi Syari’ah, bisa memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan uang pendapatan. Hal itu dikarenakan, sering kali masyarakat pesisir pendapatannya tinggi, tetapi tidak memiliki dampak untuk kehidupan.

“Dapat banyak habis banyak, kadang-kadang seperti itu, supaya ada sefti, berapa persen dari pendapatan. Kemudian, untuk semua prody agar memperhatikan media pembelajarannya. Nah, itu yang kita harapkan dari mahasiswa-mahasiswi selama melakukan pengabdian,” tutupnya. (KP).


Laporan : Johan


 

📊 Views: 43

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *