“Kepala Kantor SAR Natuna Abdul Rahman, S.E. menegaskan pentingnya kemampuan pertolongan pertama bagi komunitas maritim, nelayan, pelaku wisata hingga pelajar untuk mempercepat penanganan korban dalam kondisi darurat di pesisir dan laut.”
NATUNA – Kepala Kantor SAR Natuna Abdul Rahman, S.E. menyambut baik pelaksanaan Lokakarya Membentuk CSOs yang Berkelanjutan di Sektor Kemaritiman di Kepulauan Riau yang turut memberikan edukasi pertolongan pertama kepada komunitas maritim di Kabupaten Natuna.
Kegiatan yang berlangsung di Natuna Dive Resort, Kabupaten Natuna, 7 Oktober 2026, tersebut merupakan kolaborasi Universitas James Cook (JCU) Australia bersama Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH).
Lokakarya mengangkat tema “Keselamatan dan Respons Darurat di Pantai dan Laut”. Dalam kegiatan tersebut, personel Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas B Natuna dipercaya menjadi narasumber untuk memberikan materi Medical First Responder (MFR).
Materi yang diberikan tidak hanya berupa teori. Peserta juga mendapatkan praktik langsung mengenai penanganan korban dalam kondisi darurat di wilayah pesisir pantai dan laut.
Abdul Rahman menilai edukasi pertolongan pertama sangat penting, khususnya bagi masyarakat yang memiliki aktivitas dan pekerjaan yang bersentuhan langsung dengan laut.
Menurutnya, kemampuan memberikan pertolongan awal secara cepat dan tepat dapat menjadi salah satu faktor penting dalam keselamatan korban sebelum mendapatkan penanganan dari tim SAR profesional.
“Salah satu faktor penunjang keselamatan ketika berada di laut dan di wilayah pesisir pantai, selain alat keselamatan di air, adalah respons yang cepat dan tepat dari orang di sekitar korban dalam memberikan pertolongan awal saat kondisi darurat terjadi,” jelas Abdul Rahman.
Ia mengatakan, pemahaman mengenai pertolongan pertama medis dasar perlu terus diperluas kepada masyarakat, terutama kelompok yang memiliki aktivitas tinggi di wilayah maritim.
“Menyadari hal itu, kami ingin terus mendorong seluruh masyarakat, terutama yang berkecimpung di komunitas nelayan maupun maritim, pelaku wisata hingga pelajar, agar memiliki kemampuan pertolongan pertama medis dasar atau MFR,” lanjutnya.
Selain Kantor SAR Natuna, kegiatan tersebut juga menghadirkan narasumber dari PMI Kabupaten Natuna dan Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi tanya jawab antara narasumber dan peserta lokakarya. Materi yang disampaikan diarahkan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai keselamatan serta respons ketika menghadapi kondisi darurat di pantai dan laut.
Kantor SAR Natuna menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat. Kehadiran tersebut tidak hanya dilakukan melalui pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan, tetapi juga melalui pembinaan potensi serta edukasi keselamatan.
Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong terbentuknya masyarakat maritim yang lebih tanggap, memiliki kemampuan dasar pertolongan pertama, dan peduli terhadap keselamatan di wilayah pesisir maupun laut.
Semangat tersebut sejalan dengan tema pembangunan Natuna, “Teruskan Pembangunan, Perkuat Kebersamaan, Budaya Terjaga Natuna Berjaya”, serta tagline “Arif Melangkah Berjaya Tuah.”
Laporan: MHR










