KABAR PERBATASANNATUNAPEMBANGUNAN DAERAHPENDIDIKAN

Usia ke-27 Natuna, Arqam Pertanyakan Kesiapan Sekolah di Era Digital

×

Usia ke-27 Natuna, Arqam Pertanyakan Kesiapan Sekolah di Era Digital

Sebarkan artikel ini
Kepala SMA Negeri 2 Bunguran Timur, Arqam Alfatrisy, S.Pd., saat diwawancarai mengenai kesiapan sekolah menghadapi era digital dan perkembangan pendidikan di usia ke-27 Kabupaten Natuna.

“Memasuki usia ke-27 tahun, Kabupaten Natuna dinilai tidak cukup hanya mengejar pembangunan fisik pendidikan. Perkembangan teknologi membuat kebutuhan sekolah ikut berubah, sementara fasilitas teknologi informasi (IT), perangkat pembelajaran digital, laboratorium, dan sarana pendukung lainnya masih menjadi tantangan.”

NATUNA – Kepala SMA Negeri 2 Bunguran Timur, Arqam Alfatrisy, S.Pd., menilai usia ke-27 Kabupaten Natuna harus menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan pembangunan, termasuk kesiapan dunia pendidikan menghadapi perubahan zaman.

Menurut Arqam, pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Natuna. Karena itu, kemajuan pendidikan tidak hanya diukur dari bertambahnya sekolah dan peserta didik, tetapi juga dari kemampuan sekolah mengikuti perkembangan teknologi.

“Ya, yang jelas pertama-tama kita tentu bersyukur. Patut bersyukur karena Kabupaten Natuna telah memasuki usia 27 tahun,” ujar Arqam kepada koranperbatasan.com.

Menurutnya, momentum HUT ke-27 Natuna seharusnya tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga menjadi bahan evaluasi terhadap perjalanan pembangunan daerah.

“Bagi saya momentum ini bukan hanya sekadar perayaan hari jadi Kabupaten Natuna, tapi kalau kita lihat saat ini, ini merupakan refleksi terhadap perjalanan pembangunan Natuna, dari awal sampai yang ke-27 tahun ini,” katanya.

Ia berharap dunia pendidikan terus mendorong anak-anak Natuna agar berkembang dari tahun ke tahun. “Itulah kita sama-sama untuk membangun semangat bagaimana anak-anak itu bisa lebih maju dari tahun ke tahun. Itu harapan kita sebagai pendidik. Terutama SDM-nya makin meningkat,” ujarnya.

Pendidikan Natuna Dinilai Telah Cetak Banyak Generasi

Arqam mengatakan, SMAN 2 Bunguran Timur menjadi salah satu bagian dari perjalanan pendidikan Natuna dalam mencetak generasi muda yang nantinya berkontribusi bagi daerah.

“Kalau untuk SDM melalui pendidikan untuk pembangunan Kabupaten Natuna yang ke-27 ini tentulah kita sudah banyak mencetak generasi muda, para pendidik, pelajar dari Kabupaten Natuna ini yang sudah berkontribusi memberikan manfaat kepada Kabupaten Natuna,” katanya.

Ia menyebut kontribusi tersebut terlihat dari kualitas pendidikan serta berbagai prestasi yang diraih siswa, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.

“Terutama dalam segi kualitas mutu pendidikan untuk menyumbang, baik itu prestasi di bidang akademik maupun nonakademik kepada pemerintah Kabupaten Natuna,” lanjutnya.

Namun, menurut Arqam, tantangan pendidikan saat ini sudah berubah. Sekolah tidak cukup hanya menyediakan ruang belajar, tetapi harus mampu mengikuti kebutuhan pembelajaran berbasis teknologi.

Fasilitas IT Masih Menjadi Tantangan

Arqam mengungkapkan, sarana dan fasilitas pendukung pendidikan di Natuna masih membutuhkan perhatian. Salah satu yang paling dirasakan adalah kebutuhan teknologi informasi.

“Kalau untuk infrastruktur di Natuna ini, kalau untuk pendidikan memang masih banyak kekurangan. Boleh dikatakan untuk di bidang pendidikan itu sendiri karena sekolah banyak memerlukan sarana dan fasilitas pendukung untuk menunjang pendidikan bagi para siswa,” jelasnya.

Menurutnya, perangkat seperti komputer, laptop, proyektor, laboratorium, hingga media pembelajaran digital menjadi kebutuhan penting di sekolah saat ini.

“Contohnya sarana pendukung sekarang ini yang sangat diperlukan seperti untuk sekolah adalah berkaitan dengan IT,” katanya.

“IT itu berupa media pembelajaran, baik itu komputer, laptop, proyektor, dan juga fasilitas pendukung lainnya seperti laboratorium, baik itu laboratorium IPA, bahasa, dan juga media pembelajaran lainnya. Sekarang ini kan sudah sifatnya digitalisasi. Banyak yang harus kita perlukan seperti itu,” lanjut Arqam.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena perkembangan teknologi berjalan cepat, sementara kebutuhan perangkat sekolah juga terus bertambah.

Baca Juga:  Sang Pandai Besi Tradisional di Sedanau, Menempa Parang Hingga Jangkar

Papan Interaktif Digital Mulai Dibutuhkan

Arqam mengatakan perkembangan media pembelajaran digital juga membuat sekolah membutuhkan perangkat yang lebih modern. Salah satunya Papan Interaktif Digital (PID).

“Sekarang ini sudah ada media pembelajaran seperti PID, Papan Interaktif Digital itu. Itu sangat berperan sekali. Guru banyak menggunakan papan digital ini untuk mengajar para siswa,” ujarnya.

Menurutnya, penggunaan perangkat tersebut dapat membuat proses pembelajaran lebih menarik dan membantu siswa memahami materi.

“Dengan media seperti ini siswa-siswi kita tersentuh. Jadi pembelajaran yang diberikan itu lebih bermakna, lebih berkesan dan lebih inspiratif,” katanya.

Bagi Arqam, kebutuhan tersebut menunjukkan bahwa kesiapan sekolah di era digital tidak lagi bisa dilepaskan dari ketersediaan perangkat teknologi.

Komputer Sekolah Terus Berkurang

Persoalan lain yang dihadapi sekolah adalah kondisi perangkat komputer yang terus berkurang akibat kerusakan dan kebutuhan penggantian.

“Karena setiap tahun kita sangat memerlukan IT itu, karena komputer ini setiap tahun berkurang terus karena rusak dan harus diperbarui, harus diperbaiki,” ungkapnya.

Arqam mengatakan sekolah terus mengusulkan kebutuhan tersebut kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau karena SMA berada dalam kewenangan pemerintah provinsi.

“Ya, tentu kita berupaya. Kalau kami ini ranahnya provinsi, tentulah kami selalu berkomunikasi dengan dinas provinsi,” katanya.

Menurutnya, komunikasi dilakukan melalui pengajuan surat dan usulan kebutuhan sarana pembelajaran.

“Karena kami ini bukan ranah kabupaten, untuk sarana pendukung kita selalu berkomunikasi, mengirimkan surat, mengusulkan berupa media pembelajaran seperti komputer,” jelasnya.

Namun, Arqam mengungkapkan bahwa dalam hampir dua tahun terakhir kebutuhan bantuan tersebut belum sepenuhnya tersentuh.

“Makanya sekarang ini memang sudah hampir dua tahun belakangan ini, untuk pembelajaran itu kurang. Untuk bantuan itu belum tersentuh,” ujarnya.

Ia memahami kondisi tersebut kemungkinan berkaitan dengan situasi ekonomi saat ini. “Karena mengingat mungkin keadaan ekonomi kita pada saat ini, mungkin itu salah satu,” katanya.

Ruang Kelas Juga Membutuhkan Perbaikan

Selain fasilitas IT, persoalan fisik sekolah juga masih menjadi perhatian. Arqam mengatakan terdapat sejumlah ruang kelas yang mengalami kerusakan, meskipun sebagian besar masih masuk kategori kerusakan ringan.

“Kemudian juga kendala yang lain terutama ruang kelas pun kita sekarang ini boleh dikatakan sudah ada yang rusak juga, baik itu rusak ringan, terutama rusak ringan. Itu harus juga diperbaiki,” ungkapnya.

Ia mengatakan pihak sekolah telah mengajukan usulan perbaikan. “Tapi kita semua itu sudah mengajukan untuk direnovasi atau diperbaiki untuk kerusakan-kerusakan yang ringan,” ujarnya.

Budaya dan Kreativitas Siswa Tetap Dikembangkan

Di tengah persoalan fasilitas, SMAN 2 Bunguran Timur juga terus memberikan ruang kepada siswa untuk mengembangkan kreativitas dan mengenal budaya daerah. Salah satunya melalui Smanda Young Festival, yang dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT ke-27 Kabupaten Natuna.

“Itu dikenal dengan Smanda Young Festival, melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Natuna yang ke-27,” kata Arqam.

Kegiatan tersebut melibatkan peserta dari berbagai jenjang pendidikan. “Itu banyak perlombaan yang kita laksanakan, kita adakan, baik itu di tingkat SD, SMP sampai SMA,” ujarnya.

Menurut Arqam, kegiatan yang dilaksanakan OSIS tersebut meliputi berbagai cabang seni dan kreativitas. “Ini kegiatan dilaksanakan oleh OSIS dengan berbagai cabang perlombaan, baik itu melukis, tari Melayu, nyanyi, band, vokal grup dan sebagainya,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu cara sekolah mendorong kreativitas siswa sekaligus menjaga budaya Melayu.

Baca Juga:  Cen Sui Lan Dorong Agen LPG, PT SAS Keluhkan Rekomendasi

Siswa Aktif dalam Rangkaian HUT Natuna

Selain kegiatan yang digelar sekolah, siswa SMAN 2 Bunguran Timur juga ikut berpartisipasi dalam berbagai rangkaian peringatan HUT ke-27 Kabupaten Natuna.

“Partisipasi keikutsertaan siswa dalam menyukseskan HUT Natuna yang ke-27 itu sama seperti tahun-tahun yang lalu,” katanya.

Ia menyebut siswa mengikuti upacara peringatan HUT Natuna di Pantai Piwang serta sejumlah kegiatan lainnya.

“Mereka tetap mengikuti, baik itu peringatan upacara di Pantai Piwang yang dilaksanakan setiap tahunnya,” ujarnya.

Selain itu, siswa juga terlibat dalam kegiatan hiburan dan olahraga. “Mungkin ada perayaan malam hiburan memperingati HUT ke-27 ini dan juga ada perlombaan, mungkin ada cabang olahraga seperti voli, bola kaki, badminton. Mereka ikut serta aktif dalam menyukseskan kegiatan tersebut,” kata Arqam.

Koordinasi dengan Pemkab Natuna Tetap Dilakukan

Meski SMA berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi, Arqam mengatakan komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Natuna tetap berjalan.

“Karena ranah kami ini SMA, yang namanya SMA, SMK, SLB itu bukan ranahnya kabupaten,” jelasnya.

Ia mengakui dukungan langsung pemerintah kabupaten terhadap SMA tidak seperti ketika pengelolaan sekolah masih berada di bawah kewenangan kabupaten.

“Memang untuk perhatian dari pemerintah kabupaten itu boleh dikatakan tidak seperti yang dululah, seperti masih kita bergabung dulu istilahnya,” katanya.

Namun, menurut Arqam, koordinasi tetap dilakukan dalam berbagai kegiatan. “Yang jelas apa pun kegiatan kita yang ada di sekolah ini, kita selalu berkoordinasi kepada Pemerintah Kabupaten Natuna,” ujarnya.

Ia mengatakan dukungan terhadap kegiatan sekolah tetap dirasakan dalam berbagai bentuk. “Yang jelas mereka tetap mendukung apa pun kegiatan kita di sekolah, baik itu dari bidang pendidikan, maupun bidang pariwisata, mereka tetap mendukung kegiatan yang kita laksanakan,” katanya.

Arqam Minta Perhatian Pendidikan Diperkuat

Memasuki usia ke-27 Natuna, Arqam berharap perhatian terhadap dunia pendidikan semakin diperkuat. Menurutnya, perhatian tidak hanya perlu diberikan kepada sekolah yang menjadi kewenangan kabupaten, tetapi juga kepada SMA sebagai bagian dari ekosistem pendidikan daerah.

“Kita berharap peranan dari pemerintah Kabupaten Natuna dalam memperingati hari jadi Kabupaten Natuna yang ke-27 ini, berharap mereka memberikan perhatian yang lebih, baik itu dari tingkat SD, SMP, termasuk SMA meskipun ranahnya bukan Kabupaten Natuna,” ujarnya.

Ia menilai dukungan tersebut dapat berupa perhatian terhadap fasilitas, sarana, dan prasarana pendidikan. “Itu artinya dari segi pendidikan, dukungan fasilitas, sarana dan prasarana pendukung di sekolah tersebut. Itu harapan kita,” katanya.

Arqam juga menyoroti sejumlah bangunan sekolah yang dinilai sudah membutuhkan perhatian. “Termasuk pembangunan infrastruktur gedung-gedung sekolah yang sudah boleh dikatakan tidak layak digunakan lagi,” tambahnya.

Generasi Muda Menentukan Masa Depan Natuna

Arqam berpesan kepada para pelajar agar memanfaatkan pendidikan sebagai bekal untuk mengisi pembangunan Natuna. “Kita berharap mereka melalui pendidikan untuk bisa berkarya, untuk mengisi pembangunan ini dengan belajar seoptimal mungkin, sebaik mungkin,” pesannya.

Menurutnya, kualitas generasi muda akan menentukan masa depan daerah. “Itulah salah satu untuk kesuksesan bagaimana Natuna ini ke depan. Ini kan tergantung di tangan pemuda-pemudi kita, siswa-siswi kita untuk memajukan dalam bidang pendidikan di Kabupaten Natuna,” katanya.

Menutup keterangannya, Arqam berharap Natuna semakin maju dan kuat. “Ya, ucapan kita tentulah Natuna semakin maju dan jaya, semakin kuat, semakin kokoh, semakin sukses untuk kedepannya. Itu harapan,” pungkasnya.


Laporan: Dini


📊 Views: 48

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *