KALBAR – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Polres Singkawang melaksanakan pengecekan kesiapan panen raya jagung serentak Kuartal II di wilayah hukum Polres Singkawang, Selasa, 03 Juni 2025, Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi 100 Hari Program Asta Cita yang dicanangkan pemerintah pusat.
Kapolres Singkawang AKBP Fatchur Rochman, S.I.K., M.I.K., memimpin langsung kegiatan tersebut bersama jajaran, dengan lokasi pengecekan di lahan milik Kelompok Tani (Poktan) Nek Karantika, yang terletak di Jl. Raya Sagatani RT.07/RW.03, Kelurahan Sagatani, Kecamatan Singkawang Selatan.
Lahan seluas sekitar 10.000 meter persegi itu ditanami jagung hibrida merek R1 Nusantara milik petani lokal K. Candrawira. Kesiapan panen yang ditinjau mencakup berbagai aspek teknis, termasuk kondisi lahan, kematangan tanaman, serta sarana pendukung pelaksanaan panen.
Pengecekan ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan instruksi pimpinan melalui Surat Telegram dan Surat Perintah Kapolda Kalimantan Barat dan Kapolres Singkawang, yang menekankan pentingnya peran jajaran kepolisian dalam mendampingi dan memantau kegiatan pertanian masyarakat.
Untuk meninjau kesiapan secara lebih detail, rombongan Kapolres menggunakan perangkat audio visual yang menampilkan pantauan lapangan secara langsung. Lokasi panen yang berjarak sekitar 20 kilometer dari Mapolres ditempuh dalam waktu kurang lebih 25 menit.
Sejumlah pejabat utama Polres turut hadir, termasuk Wakapolres Kompol Rico Syafutra, S.T., S.I.K., M.H., Kabag SDM Kompol Tomy Cahyadi, S.E., serta personel Polsek Singkawang Selatan. Warga sekitar pun ikut hadir dan menyambut positif kegiatan ini sebagai bentuk sinergi antara petani dan aparat kepolisian.
Dalam keterangannya, AKBP Fatchur Rochman menyampaikan apresiasi terhadap para petani dan seluruh pihak yang mendukung keberhasilan program ketahanan pangan di wilayah Singkawang.
AKBP Fatchur Rochman juga menegaskan bahwa Polres Singkawang akan terus bersinergi dengan masyarakat dan stakeholder terkait untuk mendorong kemandirian pangan berkelanjutan. (KP).
Laporan : Irfan










