KABAR PERBATASANKEPULAUAN RIAUNASIONALNATUNA

Dua Nelayan Terjebak di Laut, Tim SAR Natuna Berhasil Lakukan Evakuasi Tengah Malam

×

Dua Nelayan Terjebak di Laut, Tim SAR Natuna Berhasil Lakukan Evakuasi Tengah Malam

Sebarkan artikel ini
Potret suasana saat evakuasi dua orang nelayan yang mengalami kerusakan mesin kapal di perairan Pulau Laut.

NATUNA – Tim SAR Gabungan Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Natuna berhasil mengevakuasi dua orang nelayan yang mengalami kerusakan mesin saat melaut di perairan Pulau Laut, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.

Operasi penyelamatan dilakukan sekitar pukul 00.50 WIB, Selasa dini hari, 24 Juni 2025, setelah upaya pencarian intensif sejak malam sebelumnya.

Kedua nelayan ditemukan dalam kondisi selamat di atas kapal pompong yang terombang-ambing sekitar 10 mil laut dari Unit Siaga SAR (USS) Pulau Laut. Evakuasi dilakukan setelah laporan kondisi darurat diterima pada Senin, 23 Juni 2025, pukul 18.40 WIB.

“Kami sangat bersyukur seluruh unsur SAR tiba di pelabuhan dengan selamat dan proses evakuasi berjalan tanpa kendala berarti,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna, Abdul Rahman, dalam keterangannya.

Tim SAR Gabungan terdiri dari Unit Siaga SAR Pulau Laut, Posal Pulau Laut, Polsek Pulau Laut, Babinsa Pulau Laut, dan HNSI Pulau Laut. Upaya penyelamatan menggunakan kapal milik HNSI setelah koordinasi intensif dilakukan dengan pihak desa setempat dan unsur terkait.

Setelah dievakuasi, kedua nelayan langsung dibawa menuju Pelabuhan Tanjung Batu bersama kapal mereka yang ditarik oleh mitra HNSI.

Abdul Rahman mengingatkan masyarakat pesisir, khususnya nelayan, agar lebih berhati-hati saat melaut dan selalu memastikan kelayakan armada yang digunakan.

“Keselamatan di laut tidak bisa ditawar. Kami terus mengimbau warga untuk memastikan peralatan dan kondisi kapal sebelum melaut, apalagi di wilayah seperti Natuna yang dikenal rawan perubahan cuaca,” tegasnya.

Evakuasi ini menjadi bukti kesiapsiagaan dan komitmen SAR Natuna dalam merespons cepat setiap laporan kondisi membahayakan manusia, terlebih di wilayah-wilayah terpencil yang memiliki keterbatasan akses transportasi laut. (KP).

Baca Juga:  Dari Natuna untuk Masa Depan Energi Indonesia: Antara Potensi dan Ketergantungan

Kontributor : Humas Basarnas Natuna

Editor : Dhitto


📊 Views: 32

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *