Dalam momentum Hari Guru Nasional (HGN) 2025, Kepala SMPN 1 Bunguran Timur, Zurna, S.Pd., mengetengahkan sejumlah pandangan kritis dan mendalam mengenai masa depan profesi guru, mulai dari kesejahteraan, tantangan digital, hingga kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat.
NATUNA – Memperingati Hari Guru Nasional (HGN) 2025, Kepala SMP Negeri 1 Bunguran Timur, Zurna, S.Pd., menyampaikan sejumlah pandangan mendalam mengenai tantangan dan peran strategis guru masa kini.
Hal ini disampaikan oleh Zurna kepada koranperbatasan.com melalui wawancara panggilan telephone via Whatsaap pada Jumat, 21 November 2025. Zurna mengapresiasi peran PGRI serta menekankan pentingnya dukungan kebijakan yang konkret untuk meningkatkan kesejahteraan dan martabat profesi guru.
Zurna membuka pernyataannya dengan menyambut positif berbagai kegiatan yang dihelat oleh PGRI Kecamatan Bunguran Timur, seperti turnamen futsal, bola voli, dan lomba video pembelajaran.
“Saya menyambut baik dan sangat mengapresiasi inisiatif PGRI. Kegiatan semacam ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga mempererat kebersamaan dan kolaborasi antar guru. Melalui lomba video pembelajaran, misalnya, kami melihat semangat guru untuk meningkatkan mutu pendidikan di satuan pendidikan masing-masing semakin tumbuh,” ujarnya.
Pihaknya berharap kegiatan positif tersebut dapat berlanjut secara berkesinambungan agar peran PGRI semakin dirasakan manfaatnya dalam memajukan pendidikan di wilayah Bunguran Timur.
Lebih lanjut, Zurna menyoroti persoalan mendasar yang dihadapi para pendidik yaitu masalah mengenai kesejahteraan. Pihaknya mendesak pemerintah untuk memperbarui kebijakan kesejahteraan guru agar lebih adaptif terhadap tantangan era digital.
“Kami berharap pemerintah dapat memperbarui kebijakan kesejahteraan agar lebih responsif terhadap kebutuhan guru di era ini. Ini tidak hanya tentang peningkatan tunjangan, walaupun Tunjangan Profesi Guru (TPG) sudah ada, tetapi juga penyediaan perangkat dan akses teknologi yang memadai, serta perlindungan profesi yang kuat,” tegas Zurna.
Menurut Zurna momentum Hari Guru harus menjadi pengingat bahwa penghargaan kepada guru tidak boleh hanya bersifat simbolis melainkan harus diwujudkan dalam upaya nyata kebijakan yang mendukung martabat, peranan, dan kualitas para profesi pendidik.
“Penting untuk memastikan bahwa guru tidak hanya dihargai secara simbolis. Dengan kesejahteraan yang lebih layak, guru dapat menjalankan tugasnya secara optimal dalam membentuk generasi Indonesia yang kuat dan berkarakter,” tutur Zurna.
Mendefinisikan kembali makna seorang guru, Zurna menyatakan bahwa guru adalah sosok profesional yang perannya melampaui sekadar pengajar.
Zurna melanjutkan, bahwa seorang guru adalah pendidik profesional yang tidak hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi juga membimbing, menginspirasi, dan membentuk karakter peserta didik.
“Guru adalah teladan yang menghidupkan nilai-nilai moral, membangun budaya belajar, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan berdaya,” jelasnya.
Guru memiliki peranan luar biasa sebagai fasilitator dan agen perubahan yang memfasilitasi potensi setiap anak agar tumbuh dan berkembang sesuai zamannya, sekaligus memiliki peranan penting dalam memajukan kualitas pendidikan dan masa depan bangsa.
Zurna mengatakan bahwa bulan November selalu memiliki makna tersendiri yang diselimuti perenungan dan penghormatan yang mendalam, lantaran di dalamnya terdapat peringatan Hari Pahlawan serta Hari Guru.
“Kehadiran Hari Pahlawan dan Hari Guru dalam bulan yang sama mengingatkan kita bahwa perjuangan para pahlawan dan dedikasi para guru memiliki benang merah yang kuat, keduanya sama-sama berjuang untuk masa depan bangsa,” sebutnya.
Zurna memaknai Hari Pahlawan sebagai pengajaran tentang keberanian dan komitmen mempertahankan kemerdekaan, sementara Hari Guru menegaskan bahwa perjuangan itu diteruskan melalui pendidikan.
“Saya memaknai November sebagai momentum untuk menumbuhkan rasa syukur, memperkuat semangat pengabdian, dan memastikan bahwa nilai-nilai kepahlawanan tetap hidup dalam diri peserta didik melalui keteladanan guru. Membangun bangsa bukan hanya tugas para pahlawan masa lalu, tetapi juga tugas para pendidik yang menjadi pahlawan masa kini,” ujar Zurna.
Pada kesempatan ini, Zurna menyampaikan pesan dan harapan kepada dua pihak utama yaitu pemerintah dan masyarakat. Kepada pemerintah, Pihaknya meminta untuk terus memperkuat kebijakan yang berpihak pada peningkatan mutu dan kesejahteraan guru.
“Guru membutuhkan dukungan nyata berupa penyederhanaan beban administrasi, penguatan kompetensi berkelanjutan, pemerataan fasilitas pendidikan, serta pengakuan profesional yang dilindungi payung hukum yang jelas. Dukungan kebijakan yang tepat akan menjadi fondasi yang kuat bagi guru untuk menjalankan tugasnya dengan optimal dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” pesannya.
Sementara kepada masyarakat, Zurna mengajak untuk membangun sinergi yang lebih baik. Menghargai peran guru sebagai mitra penting dalam mendidik generasi penerus serta menekankan pendidikan bukan hanya sebagai tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga dan lingkungan yang turut menjadikan faktor penentu peningkatan kualitas pendidikan itu sendiri.
“Dengan kolaborasi yang baik, kita dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang saling mendukung, sehat, dan berdaya. Dukungan moral dari masyarakat menjadi energi besar bagi guru untuk terus menjalankan pengabdian dengan sepenuh hati,” imbaunya.
Menutup wawancara, Zurna berharap kepada seluruh rekan guru di Indonesia untuk terus menjaga komitmen dan idealismenya.
“Saya berharap seluruh guru terus menjaga semangat pengabdian dan profesionalisme. Mari kita berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi diri, membuka diri terhadap perubahan, dan berinovasi agar pembelajaran menjadi lebih bermakna bagi peserta didik,” pintanya.
Zurna menekankan bahwa keteladanan adalah kunci fondasi utama dalam pembentukan karakter generasi muda dan para guru harus mampu menjadi teladan dalam integritas, kedisiplinan, dan karakter.
“Mari kita terus membangun sekolah yang aman, inklusif, dan berpusat pada perkembangan setiap anak sebagai langkah nyata mencerdaskan kehidupan bangsa,” tutup Zurna dengan penuh semangat. (KP).
Laporan : Nisa Andini
Editor : Dhitto










