ANAMBASKABAR PERBATASANKEPULAUAN RIAUNASIONALPARLEMENTARIAPENDIDIKAN

Nasib SDN 002 Kiabu, Perpustakaan Terancam Ambruk dan Jaringan Internet Mati Suri

×

Nasib SDN 002 Kiabu, Perpustakaan Terancam Ambruk dan Jaringan Internet Mati Suri

Sebarkan artikel ini
Potret ​Kepala Sekolah SDN 002 Kiabu, Sudirman, S.Pd.SD,

Wajah pendidikan di wilayah kepulauan yang tak sampai kehadapan mata para pesohor birokrasi kini kembali terjepret oleh potret buram infrastruktur, tersekat antara siluet kebenaran dan narasi yang diagungkan dalam kekuatan orasi birokrasi tentang peningkatan mutu kualitas pendidikan.

 

ANAMBAS – SDN 002 Desa Kiabu, Kecamatan Siantan Selatan, Kabupaten Kepulauan Anambas, kini berada dalam kondisi memprihatinkan. Tidak hanya dikepung oleh fasilitas fisik yang membahayakan keselamatan siswa, sekolah ini juga mengalami kelumpuhan digital akibat matinya jaringan internet selama hampir satu bulan terakhir.

​Kepala Sekolah SDN 002 Kiabu, Sudirman, S.Pd.SD, mengungkapkan sederet fakta miris terkait kondisi sekolahnya dalam wawancara bersama koranperbatasan.com di ruang kerjanya pada Selasa, 3 Desember2025. Pihaknya menyoroti urgensi perbaikan yang seolah luput dari perhatian serius pemerintah daerah maupun dinas terkait. ​Sorotan utamanya tertuju pada kondisi ruang perpustakaan yang dinilai sangat membahayakan bak perangkap maut. Bangunan yang didirikan sejak tahun 2012 tersebut dilaporkan belum pernah tersentuh renovasi sama sekali hingga hari ini.

​”Plafonnya sudah ambruk. Karena rangka atap menggunakan besi hitam, kondisinya kini sudah keropos dan atapnya bocor. Kami sangat khawatir, jika tidak segera ditangani, atap ini bisa jatuh menimpa anak-anak yang sedang membaca,” ujar Sudirman dengan cemas.

​Kondisi ini menjadi ancaman nyata bagi keselamatan siswa di tengah semangat mereka menuntut ilmu. Pembiaran terhadap bangunan tua yang keropos ini menjadi catatan merah bagi standar keamanan sarana pendidikan di Anambas.


Potret SDN 002 Desa Kiabu, Kecamatan Siantan Selatan, Kabupaten Kepulauan Anambas.

​Selain ancaman fisik, operasional sekolah juga terhambat oleh infrastruktur telekomunikasi yang buruk. Menara pemancar sinyal (tower) di Desa Kiabu, berdasarkan informasi yang dilaporkan mati total selama hampir satu bulan. Akibatnya, para tenaga pendidik kesulitan memenuhi tuntutan administrasi yang kini serba digital.

Baca Juga:  Berkunjung ke Tanjungpinang, Widodo Ekatjahjana : Imigrasi Harus Dekat dengan Masyarakat

​”Sudah hampir sebulan jaringan mati. Kami terpaksa mengandalkan Wi-Fi seadanya karena sinyal seluler tidak kuat. Bagaimana kami mau bekerja optimal jika laporan-laporan online terhambat? Di zaman sekarang, jaringan itu kebutuhan pokok kerja,” tegasnya.

​Situasi ini menciptakan ironi, di mana sekolah dituntut melakukan digitalisasi pendidikan, namun infrastruktur penunjangnya justru dibiarkan mati suri.

​Masalah di SDN 002 Kiabu tidak berhenti di situ. Sekolah ini juga belum memiliki pagar pembatas, yang menyulitkan para guru dalam mengawasi pergerakan siswa. “Tanpa pagar, anak-anak sering berkeliaran keluar lingkungan sekolah. Sulit bagi kami mengontrol kedisiplinan siswa di tengah padatnya jam mengajar guru,” tambahnya.

Selain itu, rasio fasilitas sanitasi juga jauh dari kata layak. Dengan jumlah siswa di atas 80 orang, ketersediaan WC guru dan siswa dirasa sangat kurang. Pihak sekolah juga mendesak pengadaan ruang multimedia guna mendukung kompetensi guru dan pembelajaran siswa yang berbasis digital, sebuah cita-cita yang tampaknya masih jauh panggang dari api jika melihat kondisi jaringan saat ini.


Potret menara pemancar sinyal (tower) di Desa Kiabu, berdasarkan informasi yang dilaporkan mati total selama hampir satu bulan.

Pihak sekolah mengaku telah menyampaikan usulan perbaikan kepada dinas terkait, namun realisasi di lapangan masih nihil. Kepala Sekolah SDN 002 Kiabu kini secara terbuka mendesak Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas dan Dinas Pendidikan untuk tidak menutup mata.

​”Harapan kami, apa yang kami usulkan segera ditanggapi. Ini bukan keinginan pribadi, melainkan kebutuhan mendesak demi kelancaran dunia pendidikan dan keselamatan nyawa anak-anak kita di Kiabu,” pungkas Sudirman.

Kondisi SDN 002 Kiabu menjadi ujian nyata bagi komitmen pemerintah dalam memeratakan kualitas pendidikan di daerah kepulauan. Masyarakat kini menanti, apakah perbaikan akan segera tiba atau menunggu korban jiwa jatuh akibat reruntuhan atap perpustakaan. (KP).

Baca Juga:  Disdik Lingga Segera Revitalisasi SDN 010 Senayang

Laporan : Azmi

Editor : Dhitto


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *