“Kegiatan belajar mengajar di MI Darul Ulum Natuna kembali berjalan normal pasca Lebaran, dengan fokus utama pada persiapan ujian siswa kelas 6.”
NATUNA – Staf Tata Usaha (TU) Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Ulum Kabupaten Natuna, Adiyanto, SE.Sy., menegaskan proses belajar-mengajar telah kembali berjalan efektif sesuai kalender pendidikan, sekaligus mempersiapkan siswa menghadapi rangkaian ujian penting di bulan April hingga Mei 2026.
Aktivitas pendidikan di MI Darul Ulum Kabupaten Natuna kembali berlangsung normal setelah libur Lebaran. Seluruh siswa telah masuk dan mengikuti pembelajaran seperti biasa sejak akhir Maret 2026.
Adiyanto menjelaskan pihak sekolah tetap mengacu pada prosedur dan kalender akademik yang telah ditetapkan.
“Kita masuk tetap seperti biasa, belajar seperti biasa. Kegiatan halalbihalal juga sudah kita laksanakan hari Sabtu kemarin,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (06/04/2026).
Ia menambahkan, pihak sekolah tidak ingin menunda kegiatan tambahan karena mempertimbangkan waktu siswa kelas 6 yang semakin terbatas menjelang ujian.
“Kalau kita mengundur kegiatan, kasihan anak kelas 6, waktunya sudah tidak lama lagi. Jadi harus sesuai kalender pendidikan,” jelasnya.
Menurutnya, sejak 30 Maret 2026, kegiatan belajar telah berjalan efektif dan terjadwal. Selain itu, kegiatan halalbihalal juga melibatkan Ketua Yayasan sebagai bagian dari penguatan kebersamaan pasca Lebaran.
Terkait agenda akademik, Adiyanto mengungkapkan bahwa siswa kelas 6 akan menghadapi dua jenis ujian. “Yang pertama Tes Kemampuan Akademik (TKA) tanggal 20 April. Setelah itu ada Ujian Madrasah mulai 27 April sampai 5 Mei,” katanya.
Ia menjelaskan TKA berbeda dengan Ujian Nasional. Tes ini lebih berfokus pada penilaian kemampuan literasi dan numerasi siswa.
“TKA ini bukan ujian nasional. Ini lebih ke penilaian kemampuan, seperti Bahasa Indonesia dan numerasi, tidak semua mata pelajaran,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari penerapan bertahap oleh pemerintah, yang sebelumnya sudah diterapkan di jenjang SMA dan kini mulai diterapkan di tingkat MI.
Di sisi lain, Adiyanto menekankan pendidikan di madrasah tidak hanya berorientasi pada akademik semata, tetapi juga pada pembentukan karakter.
“Yang paling utama itu akhlak anak. Baik ke teman, guru, maupun lingkungan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh siswa untuk lebih fokus belajar, mengingat jadwal ujian yang semakin dekat.
“Kelas 6 tinggal satu bulan lagi ujian. Untuk kelas 1 sampai 5 juga nanti Mei-Juni sudah ujian kenaikan kelas,” tambahnya.
Setelah rangkaian ujian selesai, pembagian rapor direncanakan berlangsung sekitar bulan Juni 2026. Adiyanto berharap seluruh siswa dapat memanfaatkan waktu yang tersisa untuk mempersiapkan diri dengan maksimal.
“Harapannya anak-anak fokus belajar supaya tidak ketinggalan materi dan bisa mendapatkan hasil terbaik,” tutupnya. (KP).
Laporan: Dini










