KABAR PERBATASANKEAMANAN PERBATASANKESEHATANLINGKUNGAN & KELAUTANNATUNA

Zulheppy Imbau Warga Natuna Tak Buka Lahan dengan Membakar

×

Zulheppy Imbau Warga Natuna Tak Buka Lahan dengan Membakar

Sebarkan artikel ini
Plt. Kepala BPBD Natuna, Zulheppy, S.H., memberikan keterangan terkait kondisi kabut asap yang kembali menyelimuti sejumlah wilayah Natuna serta upaya penanganan dan pencegahan Karhutla.

“Plt. Kepala BPBD Natuna, Zulheppy, mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Imbauan tersebut disampaikan di tengah kembali munculnya kabut asap di Natuna yang menurutnya merupakan asap kiriman dari Kalimantan.”

NATUNA – Plt. Kepala BPBD Natuna, Zulheppy, S.H., meminta masyarakat tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar untuk mencegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang dapat berdampak terhadap kualitas udara dan aktivitas masyarakat di Natuna.

Imbauan tersebut disampaikan Zulheppy saat menjelaskan kondisi Karhutla dan kabut asap yang kembali menyelimuti sejumlah wilayah Natuna. Ia mengatakan, kondisi Karhutla berbeda dengan bencana alam atau cuaca ekstrem karena kebakaran hutan dan lahan berkaitan dengan aktivitas manusia.

“Kalau dalam penanganan Karhutla, penyebabnya sudah jelas. Ini berbeda dengan cuaca ekstrem atau bencana alam yang memang dipengaruhi alam,” kata Zulheppy.

Menurutnya, kebakaran hutan dan lahan tidak mungkin sepenuhnya dihindari setiap tahun, terutama di daerah yang memiliki lahan gambut. Karena itu, pencegahan dari masyarakat menjadi salah satu hal penting untuk mengurangi potensi terjadinya Karhutla.

“Kalau Karhutla, jelas akibat ulah manusia. Harapan kita ke depan, pertama, agar tidak terjadi lagi. Tetapi tidak mungkin tidak terjadi karena setiap tahun pasti terjadi, apalagi di daerah yang memiliki lahan gambut,” ujarnya.

Zulheppy berharap masyarakat, khususnya yang hendak membuka lahan untuk kebun maupun lahan pribadi, tidak menggunakan metode pembakaran.

“Kita berharap ke depan masyarakat, khususnya ketika membuka lahan, baik lahan kebun maupun lahan pribadi, tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Itu satu-satunya harapan kita,” tegasnya.

Pemda Diminta Perkuat Sosialisasi

Selain mengimbau masyarakat, pemerintah daerah juga disebut telah meminta camat, lurah, dan kepala desa untuk melakukan pemantauan serta memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait pencegahan Karhutla.

Baca Juga:  Polres Anambas Amankan Seorang Pria Terkait Dugaan Kekerasan terhadap Anak

“Pemerintah daerah juga sudah mengimbau kepada camat, lurah, dan kepala desa untuk selalu memantau, memonitor, serta memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar pembukaan lahan tidak dilakukan dengan cara membakar,” kata Zulheppy.

Ia menyebut setiap tahun terdapat wilayah yang menjadi langganan kebakaran. Karena itu, pengawasan dan pencegahan di tingkat masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam mengantisipasi kebakaran lahan.

Sementara itu, terkait kabut asap yang kembali melanda Natuna, Zulheppy mengatakan titik kebakaran di wilayah Natuna sudah sekitar dua minggu dalam kondisi aman. Asap yang saat ini masuk ke Natuna disebut berasal dari Kalimantan.

Ia juga menyebut wilayah Bunguran Besar, khususnya Kota Ranai, menjadi salah satu wilayah yang terdampak cukup parah. Kondisi udara tersebut terus dipantau melalui koordinasi BPBD dengan instansi terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan BMKG.

Zulheppy mengatakan, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kondisi udara tidak sehat. Ia juga menyebut distribusi masker dilakukan melalui Dinas Kesehatan, terutama untuk wilayah yang sebelumnya terdampak cukup parah.


Laporan: Dini


📊 Views: 67

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *