NATUNAOLAHRAGAPENDIDIKAN

PGRI Cup II Natuna Perluas Peserta, Kesejahteraan Guru Disorot

×

PGRI Cup II Natuna Perluas Peserta, Kesejahteraan Guru Disorot

Sebarkan artikel ini
Ketua PGRI Kabupaten Natuna, Maryadi, S.Pd., berpose mengenakan seragam batik PGRI di tengah suasana alam terbuka dengan latar perbukitan hijau.

“Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Natuna, Maryadi, S.Pd., menyebut PGRI Cup II menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperluas partisipasi guru antarkecamatan. Di tengah kemeriahan turnamen, Maryadi juga menyoroti persoalan kesenjangan kesejahteraan guru, terutama terkait tunjangan dan penghasilan tenaga pendidik honorer.”

NATUNA – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Natuna menggelar PGRI Cup II dengan menghadirkan sejumlah perlombaan olahraga dan kreativitas tenaga pendidik. Kegiatan yang resmi dibuka pada 31 Oktober 2026 tersebut menjadi kelanjutan turnamen tahun sebelumnya sekaligus memperluas keterlibatan guru dari berbagai kecamatan.

Ketua PGRI Kabupaten Natuna, Maryadi, S.Pd., mengatakan penyelenggaraan PGRI Cup II merupakan hasil kesepakatan bersama antara pengurus kabupaten dan pengurus cabang di kecamatan.

Ia menjelaskan, pada tahun sebelumnya PGRI Cup hanya melibatkan empat kecamatan di wilayah Bunguran. Namun, pelaksanaan tahun ini menunjukkan peningkatan partisipasi dengan bergabungnya sejumlah kecamatan lainnya.

“Alhamdulillah, berkat dukungan kawan-kawan dari pengurus kecamatan, mereka sepakat di tanggal 31 Oktober kemarin kita melaksanakan pembukaan kegiatan turnamen PGRI Cup kedua yang terdiri dari cabang futsal, kemudian voli putra-putri, dan video pembelajaran,” ujarnya kepada koranperbatasan.com saat diwawancarai di kawasan Lapangan Futsal Caesar, Senin (2/11/2026).

Menurut Maryadi, perbedaan pelaksanaan tahun ini terlihat dari semakin luasnya wilayah yang berpartisipasi.

“Kegiatan ini yang membedakan tahun lalu adalah kalau tahun dulu hanya Bunguran Timur, Bunguran Timur Laut, Bunguran Tengah, dan Bunguran Selatan. Alhamdulillah di tahun ini bertambah dari Kecamatan Pulau Tiga, Pulau Tiga Barat, dan Bunguran Barat,” jelasnya.

Adapun perlombaan yang diselenggarakan meliputi futsal, bola voli putra dan putri, serta kompetisi video pembelajaran. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para guru untuk menyalurkan minat, bakat, dan kreativitas di luar aktivitas mengajar.

PGRI Natuna Siapkan Kontingen Menuju Porsenijar Kepri

Selain menyelenggarakan turnamen tingkat kabupaten, PGRI Natuna juga mempersiapkan perwakilan guru untuk mengikuti Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) tingkat Provinsi Kepulauan Riau di Tanjungpinang pada 10 November 2026.

Baca Juga:  Guru Perlu Perlindungan Hukum Demi Kenyamanan Mengajar

Maryadi menyampaikan, kontingen Natuna direncanakan mengikuti beberapa cabang perlombaan, yakni solo song putra dan putri, futsal putra, serta bola voli putra.

“Insyaallah di tanggal 10 November kita akan mengirimkan tim dari Kabupaten Natuna untuk kegiatan Porsenijar, yaitu solo song putra dan putri, futsal putra, dan voli putra ke Provinsi Tanjungpinang,” tambahnya.

Keikutsertaan tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada para guru untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membangun pengalaman berkompetisi di tingkat provinsi.

Pendanaan PGRI Cup II Mengandalkan Kontribusi Peserta

Mengenai pembiayaan kegiatan, Maryadi menjelaskan bahwa penyelenggaraan PGRI Cup II tahun ini belum mendapatkan dukungan sponsorship seperti pelaksanaan sebelumnya. Kondisi tersebut berkaitan dengan efisiensi yang dilakukan sejumlah pihak, termasuk perbankan dan perusahaan.

“Kegiatan ini alhamdulillah biasanya kita sudah menjalankan sponsorship. Namun, di kegiatan tahun ini kami belum menjalankan sponsorship karena mengingat banyaknya efisiensi dari beberapa sponsorship kami berupa bank, perusahaan-perusahaan, dan sebagainya. Namun, biasanya ada sponsorship ini,” ungkapnya.

Untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan, panitia menerapkan sistem biaya pendaftaran atau insert kepada masing-masing tim peserta.

Biaya pendaftaran ditetapkan sebesar Rp300.000 untuk cabang bola voli dan Rp450.000 untuk futsal. Maryadi menjelaskan, biaya tersebut digunakan untuk kebutuhan wasit, konsumsi, dan keperluan pertandingan lainnya.

Khusus futsal, biaya pendaftaran lebih tinggi karena menggunakan sistem setengah kompetisi sehingga setiap tim berkesempatan memainkan dua hingga tiga pertandingan.

Maryadi Soroti Kesenjangan Kesejahteraan Guru

Di tengah momentum kegiatan olahraga dan kreativitas tersebut, Maryadi turut menyampaikan pandangannya mengenai kondisi kesejahteraan tenaga pendidik di Indonesia.

Menurutnya, persoalan kesenjangan kesejahteraan guru masih menjadi perhatian, terutama berkaitan dengan tunjangan dan penghasilan guru honorer maupun guru komite.

“Kalau kita lihat dari tahun demi tahun, sebenarnya keseimbangan guru dari tahun-tahun sebelumnya, baik dari pemerintahan sebelumnya, pemerintahan pusat maupun pemerintahan daerah, ya tentu kesenjangan yang terjadi adalah masalah tunjangan,” tuturnya.

Ia menilai, kondisi penghasilan sebagian guru di daerah masih memprihatinkan. Maryadi mencontohkan, terdapat guru honorer dan guru komite di sejumlah daerah terpencil di Pulau Jawa yang menerima penghasilan sekitar Rp200.000 hingga Rp300.000.

Baca Juga:  Halal Bihalal dan Pelepasan JCH, Himpunan Keluarga Serasan Kembali Bersatu

“Ya, tunjangan terutama. Dibandingkan negara-negara luar, gaji para guru se-Indonesia masih miris karena masih ada di daerah-daerah terpencil, di daerah Jawa, baik gaji guru honorer maupun komite masih berjumlah Rp200.000 sampai Rp300.000,” ungkapnya.

Meski demikian, Maryadi mengapresiasi kelancaran pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) atau tunjangan sertifikasi yang menurutnya telah diterima secara rutin setiap bulan.

“Namun, alhamdulillah pada zaman Ibu Cen, zaman Pak Presiden Prabowo, tunjangan guru yang dikatakan tadi kawan-kawan sertifikasi, namanya tunjangan profesi guru, itu alhamdulillah lancar tiap-tiap bulan dicairkan pada tanggal 27 sampai tanggal 30 itu sudah cair. Alhamdulillah di dua tahun masa Presiden Prabowo ini,” katanya.

Guru Natuna Didorong Tingkatkan Kompetensi

Lebih jauh, Maryadi berharap para guru di Kabupaten Natuna tidak hanya menjalankan tugas mengajar, tetapi juga terus meningkatkan kompetensi agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Ia mengaitkan harapan tersebut dengan semangat yang ingin dibangun melalui dunia pendidikan, yakni “Guru Hebat Natuna Bermartabat”.

“Memaknai guru ini tentunya yang diharapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional, para guru itu menjadi Guru Hebat Natuna Bermartabat. Tidak hanya di Natuna, tentu berkompetisi dan berkompetensi di Indonesia dan internasional,” ujarnya.

Maryadi menegaskan, PGRI Cup bukan sekadar kegiatan perlombaan, melainkan juga wadah memperkuat hubungan antarguru yang selama ini menjalankan tugas di wilayah kecamatan masing-masing.

“Harapan kami dengan adanya kegiatan ini, yang pertama tentunya sebagai ajang silaturahmi para guru, khususnya di Kabupaten Natuna yang insyaallah kawan-kawan dari kecamatan terluar seperti Serasan, Midai, dan yang lain bisa bergabung. Nah, itu ajang silaturahmi. Yang kedua, tentunya sebagai ajang kompetisi, hobi dari kawan-kawan, minat dan bakat kawan-kawan guru tersalurkan di Kabupaten Natuna ini, tidak hanya di kecamatannya masing-masing,” pungkasnya.


Laporan: Dini


📊 Views: 0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *