BANJARBARU (KP),- Rakor Antisipasi Karhutla dilaksanakan di Gedung Idham Chalid, yang dihadiri oleh Sekdaprov Kalsel, Komandan Korem 1010 Antasari, Ka Ops Polda Kalsel, Dandim 1006 Martapura, Plt. Kalak BPBD Provinsi Kalsel, Kepala SKPD, Kepala BMKG, Kalak BPBD se-Kalsel, Kamis, (4/6/2020).
Dalam paparan yang disampaikan oleh BMKG, bahwa musim penghujan akan berada di bulan Juli untuk itu, perlu antisipasi dari sekarang dalam penanganan karhutla, mengingat pengalaman tahun kemarin perlu di intensifkan lagi koordinasi penanganannya, sehingga pelaksanaannya bisa terukur dan tepat sasaran.
Menurut Plt. Kalak BPBD, Hanif Faisol Nurofiq, skenario yang diterapkan nantinya seperti yang sudah direncanakan tahun lalu, dalam menghadapi karhutla di tahun 2020 ini. “Yakni dengan merendam lokasi hutan serta lahan gambut yang ada, seperti hutan lindung liang anggang, Guntung Damar, target utama di tahun ini tidak asap di sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor,” terangnya
Lanjut Hanif, dukungan dari TNI Polri, pun luar biasa karena ribuan personil siap mendukung pelaksanaan penanganan karhutla tahun ini hal tersebut, sesuai dengan instruksi Gubernur Kalsel H. Sahbirin Noor, dimana kita harus bergerak jangan sampai ada api di Kalsel, disaat musim kemarau tiba.
Hanif, saat dikonfrmasi wartawan juga menambahkan, saat ini personil dan strategi penanganan karhutla, sudah disiapkan guna mengantisipasi sebelum kebakaran terjadi. “Ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja melainkan menjadi tanggung jawab semua masyarakat Kalimantan Selatan, seluruh elemen akan dilibatkan dalam penanganan Karhutla nantinya,” tegasnya. (KP).
Laporan : Adam Subayu
Editor : Riduan










