Uncategorized

Milad Ke-79 HMI Teguhkan Intelektualitas dan Khidmat Kebangsaan

×

Milad Ke-79 HMI Teguhkan Intelektualitas dan Khidmat Kebangsaan

Sebarkan artikel ini
Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pontianak meneguhkan kembali peran HMI sebagai organisasi kader umat dan bangsa dalam momentum peringatan Milad ke-79 HMI.

“Milad ke-79 HMI menjadi momentum refleksi sekaligus peneguhan peran organisasi kader umat dan bangsa di tengah tantangan kebangsaan.”

 

KALBAR — Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pontianak meneguhkan kembali peran HMI sebagai organisasi kader umat dan bangsa dalam momentum peringatan Milad ke-79 HMI yang mengusung tema “HMI di Bawah Garis Khatulistiwa: Merawat Intelektualitas, Mengabdi untuk Negeri”, Senin (09/02/2026).

Peringatan Milad ke-79 HMI di Cabang Pontianak tidak hanya menjadi ajang perayaan perjalanan sejarah organisasi, tetapi juga ruang refleksi mendalam atas khidmat dan kontribusi HMI bagi bangsa dan negara.
Mengusung tema besar “HMI di Bawah Garis Khatulistiwa: Merawat Intelektualitas, Mengabdi untuk Negeri”, kegiatan ini menegaskan bahwa HMI hadir bukan sekadar sebagai organisasi mahasiswa, melainkan sebagai gerakan intelektual dan moral yang berakar kuat pada nilai keislaman dan keindonesiaan.

Sebagai organisasi yang lahir dari rahim sejarah perjuangan bangsa, HMI memikul tanggung jawab historis untuk terus merawat intelektualitas kader. Intelektualitas yang dimaksud tidak terbatas pada kecerdasan akademik, melainkan juga mencakup kesadaran kritis, keberpihakan pada keadilan sosial, serta komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan.

Di tengah tantangan zaman seperti krisis moral, pragmatisme pendidikan, dan melemahnya etika publik, HMI dituntut untuk tetap menjadi penjaga nurani intelektual bangsa serta agen perubahan yang responsif terhadap problem sosial.

Posisi HMI di bawah garis khatulistiwa, khususnya di Kota Pontianak, memiliki makna simbolik sekaligus strategis. Khatulistiwa dipahami bukan hanya sebagai garis geografis, tetapi sebagai ruang perjumpaan keragaman budaya, agama, dan realitas sosial yang menuntut peran aktif kader dalam merawat keberagaman dan memperkuat persatuan.

Tema “Khidmat HMI untuk Indonesia” menjadi penegasan bahwa seluruh proses kaderisasi, diskursus intelektual, dan gerakan sosial HMI harus bermuara pada pengabdian nyata bagi kepentingan rakyat dan negara. HMI didorong untuk tidak terjebak dalam romantisme sejarah, melainkan terus menghadirkan solusi atas persoalan kebangsaan, mulai dari ketimpangan sosial, krisis lingkungan, hingga tantangan demokrasi dan pembangunan manusia.

Baca Juga:  Tak Terima Suaminya Diliput, Istri Kades Lempar Awak Media Dengan Batu

Memasuki usia ke-79, HMI dihadapkan pada pilihan sejarah: menjadi penonton perubahan atau pelaku transformasi. HMI Cabang Pontianak menegaskan komitmennya untuk memilih jalan kedua—menjadi bagian dari solusi dengan merawat intelektualitas kader dan mengabdikannya bagi kemajuan negeri.

Milad ke-79 HMI pun dimaknai sebagai momentum konsolidasi ideologis dan intelektual. Dengan semangat Yakusa—keyakinan dan keberanian untuk terus berjuang—HMI diharapkan tetap istiqamah menjalankan misinya sebagai organisasi perjuangan yang bernafaskan Islam dan berorientasi pada keutuhan serta kemajuan Indonesia. (KP).


Laporan : Awan


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *