Shadiq juga menyampaikan harapan kepada pihak sekolah agar mengurangi penggunaan kendaraan pribadi oleh siswa. Selain itu, orang tua diminta mengikuti arahan petugas dan tidak memarkirkan kendaraan sembarangan.
Tidak hanya itu, ia juga meminta pengguna jalan agar lebih bijak. Jika mengetahui jam pulang sekolah menyebabkan antrean panjang, ia menyarankan memilih jalur alternatif agar tidak terjebak kemacetan yang dapat dihindari.
Menurutnya, masyarakat Tanjungpinang sebenarnya sudah mengetahui bahwa Dishub bekerja maksimal dengan menurunkan petugas di lapangan. Keberadaan mereka sudah terlihat nyata oleh para pengendara yang rutin melintas maupun orang tua siswa yang menjemput anaknya.
“Kami tetap bekerja, meski tidak selalu perlu diumumkan secara luas. Yang penting masyarakat merasakan manfaatnya,” ujarnya menutup wawancara. (KP).
Laporan : Ides










