“Rasanya titik-titik kemacetan di Tanjungpinang itu kebanyakan terjadi di wilayah sekolah, terutama saat jam tertentu,” ungkap Shadiq saat ditemui Koran Perbatasan pada Jumat pagi, 5 Desember 2025 di Kantor Dishub Tanjungpinang. Ia menekankan bahwa kondisi tersebut sebenarnya masih berada dalam kategori “ramai lancar” dan bukan kemacetan total.

Dishub Kota Tanjungpinang telah memberikan arahan kepada pihak sekolah agar para orang tua tidak memarkir kendaraan secara berlapis-lapis di tepi jalan. Penumpukan kendaraan di jalur umum, menurut Shadiq, menjadi pemicu utama tersendatnya arus lalu lintas di sekitar Sekolah Pelita Nusantara.
“Kita arahkan hanya satu lapis saja antreannya, agar lajur kanan tetap bisa dilalui. Sekolah juga kita minta menurunkan petugas jaga, dan kami pun ikut memperbantukan,” jelasnya.
BACA JUGA: Macet Sekolah Pelita Nusantara Kian Jadi Sorotan
Selain di Jalan Basuki Rahmat, Dishub juga menempatkan petugas di sejumlah sekolah lain yang tingkat kemacetannya dinilai tinggi, seperti SMA 4 di Jalan Pemuda, SMP 7, SMP Sungai Carang, SD di Batu 9, hingga SD Bintan Center. Semua penanganan tersebut dilakukan tanpa perlu perjanjian khusus, sebab pengaturan lalu lintas merupakan fungsi layanan publik yang melekat pada instansi.
“Ini berkaitan dengan kepentingan umum. Mau sekolah swasta atau negeri, kalau tingkat kemacetannya tinggi, kita bantu untuk mengurai,” tegasnya.










