NATUNAPENDIDIKAN

Menembus Gelombang dari Natuna: Tiga Kader HMI Berlayar Menuju LK II Nasional

×

Menembus Gelombang dari Natuna: Tiga Kader HMI Berlayar Menuju LK II Nasional

Sebarkan artikel ini
Tiga kader HMI Cabang Natuna bersama rekan dan pengurus saat pelepasan di Dermaga Penagi, sebelum berangkat menuju Kalimantan Barat untuk mengikuti Latihan Kader II (LK II) tingkat nasional, Senin (19/4/2026).

NATUNA – Pagi itu, Senin, 19 April 2026 Dermaga Penagi tidak sekadar menjadi tempat berlabuh kapal. Ia menjelma menjadi titik awal perjalanan intelektual bagi tiga kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Natuna. Di tengah semilir angin laut dan suara mesin kapal yang mulai meraung, Airiel Alfarisy, Beni Sanjaya, dan Khairullah bersiap meninggalkan daerahnya membawa semangat belajar menuju forum kaderisasi tingkat nasional.

Ketiganya akan mengikuti Intermediate Training atau Latihan Kader II (LK II) yang diselenggarakan oleh HMI Cabang Kubu Raya, Kalimantan Barat. Sebuah jenjang penting dalam proses kaderisasi HMI yang tidak hanya menguji kapasitas intelektual, tetapi juga ketahanan mental dan kedewasaan berpikir.

Sebelum sampai pada titik ini, mereka telah melewati tahap administrasi dan dinyatakan lulus. Namun perjalanan sesungguhnya baru dimulai. Tahapan screening test dan forum intelektual telah menanti, menjadi gerbang berikutnya dalam proses pembentukan kader yang lebih matang.

Perjalanan menuju lokasi pun bukan tanpa tantangan. Dengan keterbatasan transportasi, mereka harus menempuh jalur laut menggunakan kapal KLM Natuna Abadi dengan estimasi waktu dua hari dua malam. Sebuah pilihan yang diambil karena keterbatasan jadwal kapal lain, sementara waktu pelaksanaan kegiatan kian mendekat.

Ketua Umum HMI Cabang Natuna, Fergiawan, yang turut mengantar langsung keberangkatan bersama Yuda Triono selaku Kepala Bidang Kewirausahaan dan Pengembangan Profesi serta Eriyanto sebagai alumni HMI, menyebut langkah ini sebagai bentuk kesungguhan kader dalam menjemput ruang-ruang intelektual.

“Ini adalah langkah nyata dalam menjalankan amanat mencerdaskan kehidupan bangsa. Kami sangat mengapresiasi semua pihak, termasuk pihak kapal yang telah membantu keberangkatan ini. Semoga kader yang berangkat mampu membawa pulang ilmu dan gagasan untuk kemajuan daerah.” ujar Fergiawan.

Baca Juga:  Tolak Tambang Pasir Kuarsa Agar Natuna Tak Abadikan Air Mata dan Menyesali Nasibnya

Di tengah suasana pelepasan yang sederhana namun penuh makna, Yuda Triono turut menyampaikan pesan mendalam kepada para peserta. Ia menegaskan bahwa LK II bukan sekadar agenda formal organisasi, melainkan ruang pembentukan kapasitas diri yang sesungguhnya.

“Jangan hanya hadir sebagai peserta. Hadirlah sebagai pembelajar yang aktif. Setiap tahapan, baik screening maupun forum intelektual, adalah kesempatan untuk mengasah cara berpikir dan memperluas wawasan.” ungkap Yuda.

Ia juga berharap, sepulang dari kegiatan tersebut, para kader mampu menjadi motor penggerak di internal organisasi dan lingkungan sekitarnya.

“Harapan kami, ilmu yang didapat tidak berhenti pada diri sendiri, tetapi bisa ditularkan kepada kader lain dan memberi dampak nyata bagi kemajuan HMI Cabang Natuna.” tambahnya.

Sementara itu, Eriyanto sebagai alumni HMI memberikan penekanan pada pentingnya menjaga integritas dan nilai-nilai perjuangan selama mengikuti proses LK II. Baginya, forum ini adalah tempat menempa karakter, bukan sekadar mengejar status kelulusan.

“LK II adalah ruang pembentukan jati diri kader. Jaga nama baik organisasi, bangun relasi, dan manfaatkan forum ini untuk memperkuat kapasitas intelektual serta ideologis. Jangan pulang dengan tangan kosong, tapi bawalah gagasan.” pesannya.

Keberangkatan tiga kader ini menjadi gambaran bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkembang. Dari wilayah perbatasan seperti Natuna, semangat untuk belajar dan berproses tetap menyala.

Di atas gelombang laut yang akan mereka arungi selama dua hari dua malam, tersimpan harapan besar bahwa perjalanan ini bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan langkah awal menuju perubahan, bagi diri mereka, organisasi, dan juga daerah yang mereka cintai. (KP).


Laporan : Awan


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *