KABAR PERBATASANNATUNAPEMERINTAHAN

Hadi Suryanto : “Pertanian Adalah Sumber Pangan yang Harus Ditingkatkan”

×

Hadi Suryanto : “Pertanian Adalah Sumber Pangan yang Harus Ditingkatkan”

Sebarkan artikel ini
Sekretis-Dinas-Pertanian-Kabupaten-Natuna-Hadi-Suryanto-S.Pi-M.Si

NATUNA (KP),- Sekretis Dinas Pertanian Kabupaten Natuna, Hadi Suryanto, S.Pi, M.Si, mengatakan sektor pertanian adalah sumber pangan yang harus ditingkatkan. Oleh karena itu, perlu adanya penyuluhan-penyuluhan terhadap para petani.

Selain itu, juga perlu diadakan pendaping oleh dinas terkait secara berkelanjutan. “Selaku Dinas Pertanian, kami tetap mendampingi para petani yang apabila dilapangan itu, masih ada penyuluhan-penyuluhan yang terus kita lakukan,” kata  Jojo, panggilan akrab Hadi Suryanto, kepada koranperbatasan.com di ruang dinasnya, Rabu 03 Juni 2020.

Kita lanjut, Jojo, juga terus mengontrol kegiatan para petani. “Jadi sampai sekarang masih tetap terus berjalan dan aktif. Karena sektor pertanian ini, adalah sebagai sumber pangan yang harus kita tingkatkan, seperti pembagian pupuk dan bibit tanaman,” ujarnya.

Menurut Jojo, pembagian pupuk yang selama ini dilakukan melalui program atau kegiatan pengadaan, menggunakan anggaran APBD. “Ada juga yang melalui anggaran dari pusat. Jadi ini masuk dalam rencana kerja kita, yang telah tertuang dalam kegiatan pertahunnya,” terangnya.

Kegiatan tersebut misalanya pengadaan bibit padi dan pemupukan tanaman perkebunan seperti cengkeh. “Nah, itu biasanya setiap tahun kita anggarkan. Pupuk kita dapatkan dengan membeli dari hasil pengadaan. Kemudian kita distribusikan kepada para penerima. Jadi pembagian pupuk ini, kita berikan sesuai dengan yang kita anggarkan,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakan Jojo, bantuan pupuk dari hasil pengadaan tersebut kemudian dibagikan kepada para petani melalui kelompok. “Sebelum melakukan penyerahan pupuk dan bibit, kita melakukan cek peta lokasi. Setelah kita dapatkan, baru proses pengadaan didistribusikan. Jadi pupuk ini kita berikan kepada meraka dalam setiap satu kali anggaran,” pungkasnya.

Jenis-jenis pupuk lanjut Jojo, antara lain seprti Natrium, Posfat, Kalium (NPK). Sedangkan pupuk organik biasanya dibuat oleh para petani itu sendiri. “Kalau masalah kendala tidak ada. Hanya saja, sekarang ini kita mengikuti standart yang dibuat oleh pemerintah. Karena ada pemangkasan anggaran. Jadi masalah anggaran sudah kita sesuaikan dengan proses pengadaan,” tutupnya. (KP).

Baca Juga:  Kadinsos Natuna : Bantuan Sosial Tunai 2021 Diperpanjang Hingga Juni

Laporan : Boy Iqbal / Hamzah


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *