NATUNAPENDIDIKANRAGAM PERBATASAN

Pengusaha Natuna Gandeng SMK Produksi Nugget

×

Pengusaha Natuna Gandeng SMK Produksi Nugget

Sebarkan artikel ini
Buyung Afandi, Pemilik Rumah Makan Ajo Basamo dan potret suasana kerja sama antara SMKN 1 Bunguran Timur dengan Rumah Makan Ajo Basamo.

“Kerja sama pengusaha kuliner lokal dengan SMKN 1 Bunguran Timur membuka peluang pemanfaatan produk olahan perikanan sekaligus penguatan keterampilan siswa sekolah kejuruan di Natuna.”

NATUNA – Pemilik Rumah Makan Ajo Basamo, Buyung Afandi, menyatakan telah menjalin kerja sama awal dengan SMKN 1 Bunguran Timur dalam pengadaan nugget ikan sebagai produk olahan berbasis hasil perikanan lokal. Kerja sama tersebut masih berada pada tahap awal melalui nota kesepahaman (MoU) yang mulai berjalan pada tahun 2026.

Buyung menjelaskan, kerja sama pengadaan nugget ikan ini dilakukan melalui mekanisme transaksi jual beli secara normal. Ia membeli nugget hasil produksi siswa SMKN 1 Bunguran Timur untuk kemudian diolah kembali sebagai menu tambahan dalam usaha catering yang dikelolanya.

“Kalau di bidang nugget ini, MoU-nya baru tahun ini dan masih tahap proses. Ke depan harapannya bisa skala besar, tapi sekarang masih bertahap dan produksinya terbatas. Walaupun begitu, kami tetap menampung,” ujarnya saat diwawancarai di rumah makan miliknya, Rabu (21/1/2026).

Menurut Buyung, posisi dirinya dalam kerja sama tersebut murni sebagai pembeli produk. Nugget ikan yang dibeli tidak dijual kembali secara langsung, melainkan diolah ulang sebagai bahan produksi catering.

“Seperti biasa, transaksi jual beli. Ada barang kita beli, kemudian kita olah lagi untuk kebutuhan catering. Kalau soal omzet, itu lebih tepat ditanyakan ke pihak sekolah,” katanya.

Ia menilai, kualitas nugget ikan produksi SMKN 1 Bunguran Timur cukup baik dan layak dikembangkan. Bahkan, meski produksi masih terbatas akibat ketersediaan bahan baku ikan yang fluktuatif, Buyung mengaku tetap siap menampung berapa pun jumlah yang tersedia.

“Ini masih awal dan produksinya terbatas karena ikan posisinya lagi mahal. Tapi untuk saat ini, berapa pun ada saya tampung. Karena ini produk lokal dan kualitasnya terjamin,” ucapnya.

Baca Juga:  Jelang PTM 2021, Kadisdik : Tiap Sekolah Akan di Data Kelengkapanya

BACA JUGA: SMKN 1 Natuna Siapkan Lulusan Siap Kerja

Buyung juga mengapresiasi cita rasa nugget ikan hasil produksi siswa SMK tersebut. Ia menilai tekstur dan rasa ikan cukup terasa, dengan komposisi tepung yang seimbang.

“Enak. Saya sudah beberapa kali makan. Ikannya terasa, tepungnya juga pas. Yang mengolah kan anak-anak SMK, jadi ini betul-betul hasil pembelajaran mereka,” tuturnya.

Saat ini, Buyung menyebutkan pasokan nugget ikan yang diterimanya berada di kisaran 160 potong dan masih berpotensi ditingkatkan. Ia berharap ke depan distribusi bisa lebih rutin, bahkan harian, jika produksi memungkinkan.

“Sekarang sekitar 160 pieces. Itu pun baru mulai bulan ini. Sebenarnya saya berharap bisa dua kali seminggu atau bahkan setiap hari kalau produksinya ada,” jelasnya.

Lebih jauh, Buyung berharap kerja sama ini memberi manfaat langsung bagi pendidikan siswa SMK, khususnya dalam membentuk kemandirian dan keterampilan wirausaha sejak dini.

“Harapan saya, pendidikan anak-anak ini lebih bermanfaat. Mereka keluar dari SMK sudah punya skill, minimal bisa mengolah nugget. SMK kan memang bukan untuk produksi besar, tapi untuk mengasah keterampilan,” ujarnya.

Ia juga berharap pemerintah daerah dan pemangku kepentingan UMKM di Natuna dapat lebih melirik potensi produk lokal berbasis pendidikan kejuruan.

“Masyarakat Natuna harus tahu ada produk lokal nugget ikan yang enak, bergizi, dan berkualitas. Harapan saya, UMKM dan pemerintah daerah bisa melirik produk seperti ini,” pungkas Buyung. (KP).


Laporan: Dini


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *