TANJUNGPINANG (KP),- Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tanjungpinang, Rahma mengapresiasi kegiatan Focus Group Discussion (FGD) terkait Pencegahan Pernikahan Usia Dini, yang digelar oleh Forum Anak Kota Tanjungpinang bertempat di Kantor Lurah Kampung Bugis, Kamis 10 September 2020.
Rahma menilai kegiatan tersebut, sangat luar biasa dalam mewujudkan upaya hak-hak anak di Kota Tanjungpinang. “Meski dalam situasi Covid-19 forum anak tetap eksis membuat kegiatan yang positif. Apapun program-program yang dilakukan forum anak, pemko akan terus mendukung. Apalagi kegiatan kreatif yang ditujukan untuk anak lainnya,” ucap Rahma.
Kegiatan tersebut berlangsung selama 3 hari, dari tanggal 9-11 september 2020 di 3 lokasi, yakni Dompak, Kampung Bugis dan Senggarang. Oleh karena itu juga, Rahma beresan kepada Forum Anak Kota Tanjungpinang untuk mensosialisasikan pembatasan penggunaan gadget berlebihan terhadap anak.
Rahma menyebutkan, dari data Pengadilan Agama Kota Tanjungpinang, tercatat telah memberikan rekomendasi pernikahan kepada 15 anak. Riciannya, sembilan orang di Kelurahan Dompak, empat orang di Kelurahan Kampung Bugis dan dua orang dari Kelurahan Senggarang.
Disamping itu, Rahma meminta agar forum anak segera melaksanakan kegiatan sebagai pelopor pada isu perkawinan anak, sehingga bisa mencegah pernikahan usia dini pada anak. “Segera laksanakan kegiatannya, supaya forum anak dapat menyampaikan upaya pencegahan pernikahan usia dini kepada teman sebaya dengan caranya sendiri,” pinta Rahma.
Pada kesempatan sama, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Bukit Bestari, Ali Busro, menyampaikan kegiatan FGD dari forum anak bersama DP3APM ini adalah kegiatan yang baik serta mengedukasi anak, orang tua dan masyarakat. “Ini kali pertama saya menghadiri kegiatan seperti ini. Kegiatan ini sangat baik jika diteruskan, karena berdampak positif bagi anak, orangtua dan masyarakat lingkungan sekitar,” tutur Ali.
Ali mengatakan pihaknya juga telah membuat MoU dengan kelurahan dan Baznas untuk memberikan pembinaan umat yang dlaksanakan dua kali dalam sebulan. “Kegiatan ini juga kita sejalankan dengan pemberian bantuan untuk peningkatan perekonomian di wilayah Dompak,” kata Ali.
Sementara itu, Ketua Forum Anak Kota Tanjungpinang, Marsyantya Haleza Mawa pada penyampainnya berpendapat faktor ekonomi, pergaulan bebas, kurangnya perhatian orang tua terhadap anak, efek teknologi dan pengaruh lingkungan menjadi penyebab utama perkawinan dini yang terjadi saat ini.
Untuk mencegah hal tersebut, lanjut Marsyantya, solusinya perlu dilakukan sosialisasi ke masyarakat melalui PATBM, tokoh agama maupun forum anak, baik secara langsung atau melalui media. “Parenting education kepada orang tua penting sebagai pembentukan dan pendidikan anak. Karena sebagai anak harus mentaati perkataan orang tua, bijak dalam memilih teman dan berusaha berorganisasi dilingkungan sekitar,” tutupnya. (KP).
Laporan : Ependi Abidin
Editor : Riduan










