NATUNAPENDIDIKAN

Sekolah Rakyat Natuna Putus Rantai Kemiskinan

×

Sekolah Rakyat Natuna Putus Rantai Kemiskinan

Sebarkan artikel ini
Wakil Kepala Sekolah Jenjang SMA Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 32 Natuna, Ahmad Nugraha Tugastiyanto, S.Pd.Gr.,

“Sekolah Rakyat Terintegrasi 32 Natuna hadir sebagai instrumen pendidikan berasrama untuk memutus rantai kemiskinan melalui pembinaan akhlak, kemandirian, dan penguatan literasi siswa.”

 

NATUNA – Wakil Kepala Sekolah Jenjang SMA Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 32 Natuna, Ahmad Nugraha Tugastiyanto, S.Pd.Gr., menegaskan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat di Natuna bertujuan memutus rantai kemiskinan masyarakat melalui jalur pendidikan yang terstruktur, terintegrasi, dan berbasis pembinaan karakter.

Ahmad Nugraha menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat Terintegrasi 32 Natuna dirancang sebagai program pendidikan berasrama yang menyasar masyarakat dari kelompok desil rendah. Pendidikan diposisikan bukan sekadar aktivitas rutin anak, melainkan sebagai pintu gerbang untuk mengubah masa depan keluarga.

“Program Sekolah Rakyat ini memang untuk memutus rantai kemiskinan, terutama di Natuna. Pendidikan itu bukan hanya mengisi waktu luang anak-anak, tetapi sebagai modal awal untuk meraih impian dan cita-cita mereka,” ujarnya saat ditemui di Ruang Tata Usaha, Rabu (28/1/2026).

Dalam keseharian, aktivitas siswa dimulai sejak subuh. Mereka mengikuti salat berjamaah, pengajian atau senam pagi, kemudian bersiap mengikuti kegiatan belajar mengajar. Untuk jenjang SMA, jam masuk sekolah dimulai pukul 07.15 WIB, sementara jenjang SD pukul 07.30 WIB.

Selain pembelajaran formal, sekolah menerapkan berbagai program mingguan seperti literasi, pembiasaan budaya positif, senam, serta kegiatan keagamaan. Setiap Jumat, siswa diberi ruang untuk menyampaikan kultum dan pidato yang melatih kepercayaan diri serta kemampuan berbicara di depan umum.

Kemandirian siswa juga menjadi fokus utama sekolah berasrama ini. Sejak awal, siswa dibiasakan mengurus kebutuhan pribadi seperti mencuci pakaian. Sementara untuk kebutuhan lain di luar jam belajar, mereka didampingi oleh wali asuh dan wali asrama yang berkoordinasi dengan guru.

Baca Juga:  Semangat Hari Pahlawan Bangun Jiwa Nasionalisme Pelajar

Sekolah Rakyat Terintegrasi 32 Natuna menaungi jenjang pendidikan lengkap, mulai dari SD, SMP, hingga SMA. Saat ini, tercatat sebanyak 96 siswa terdata, dengan sekitar 93 siswa aktif tinggal di asrama.

Sekolah ini mulai beroperasi sejak 22 September dan diresmikan langsung oleh Bupati Natuna. Proses perekrutan siswa dilakukan melalui kerja sama dengan Dinas Sosial dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), yang melakukan seleksi berbasis data desil rendah serta survei langsung ke rumah calon siswa.

“Survei itu untuk memastikan bahwa anak-anak yang masuk memang berasal dari keluarga desil 1 dan 2, bukan hanya di atas kertas,” jelas Ahmad.

Ia menambahkan, keistimewaan Sekolah Rakyat terletak pada pembinaan akhlak yang didahulukan sebelum aspek keilmuan. Melalui sistem asrama, siswa dibentuk karakter dan kedisiplinannya, kemudian diperkuat dengan pembelajaran akademik serta dukungan fasilitas teknologi seperti laptop dan smartboard.

Sekolah juga aktif mengembangkan jiwa kewirausahaan siswa. Salah satu kegiatan yang telah dilaksanakan adalah praktik kewirausahaan di Pantai Piwang, di mana siswa merancang ide usaha, menghitung modal, menyusun anggaran, hingga memahami konsep branding.

“Mereka jadi tahu bahwa berjualan itu tidak mudah, harus ada perencanaan, inovasi, dan perhitungan. Ini penting sebagai bekal hidup,” katanya.

Dukungan masyarakat, orang tua, dan pemerintah terhadap kegiatan tersebut dinilai sangat positif, bahkan direncanakan menjadi program tahunan sekolah.

Ahmad berharap, melalui program Sekolah Rakyat, siswa dapat meraih cita-cita tanpa dibebani persoalan biaya. Selain pendidikan gratis, lulusan sekolah ini juga direncanakan mendapat akses kerja melalui kerja sama industri maupun kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi dengan pembiayaan yang ditanggung negara. (KP).


Laporan: Dini


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *