INTERNASIONALKABAR PERBATASANNASIONALNATUNA

Sempat Terapung Tiga Jam, Tim Sar Natuna Berhasil Evakuasi 7 Nelayan 1 Meninggal

×

Sempat Terapung Tiga Jam, Tim Sar Natuna Berhasil Evakuasi 7 Nelayan 1 Meninggal

Sebarkan artikel ini
vakuasi-7-ABK-oleh-petugas-dilakukan-dengan-protokol-kesehatan

NATUNA (KP),- Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri berhasil mengevakuasi 7 orang Anak Buah Kapal (ABK) yang terapung-apung diperairan laut Natuna, Senin, 29 Juni 2020.

Penanganan 7 ABK yang telah dievakuasi oleh kapal China pada Minggu, 28 Juni 2020 tersebut dilakukan melalui operasi SAR atas informasi diterima dari Basarnas Pusat pukul 17.17 Wib. “Ini operasi SAR penanganan terhadap 7 ABK kapal yang terapung di tolong oleh kapal China,” kata Kepala Basarnas Natuna, Mexianus Bekabel di Pelabuhan Tanjung Payung Penagi.

Atas informasi tersebut, kata Mexianus Basarnas Natuna kemudian meminta data nomor satelit keberadaan kapal China tersebut dari Basarnas Pusat. “Setelah itu, kami melakukan koordinasi dan menanyakan kebenarannya. Bahwa ada mereka melakukan evakuasi terhadap 7 ABK ditemukan pada koordinat yang telah disampaikan dan segera dilakukan medevac atau evakuasi terhadap 7 nelayan WNI dari Natuna,” ujarnya.

Kata Mexianus, setelah kepastian informasi diperoleh, Basarnas kemudian berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait di Natuna untuk mengevakuasi 7 ABK tersebut. “Kami kemudian melakukan koordinasi dengan TNI AL, TNI AD, Kepolisian dan Pemerintah Daerah, dalam hal ini Ketua DPRD, Ketua Komisi I DPRD, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Kesehatan dan Tim Gugus Tugas Covid-19 Natuna,” terangnya.

Usai berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, Basarnas Natuna kemudian bersiap siaga melakukan evakuasi dengan estimasi posisi jarak tempuh sekitar 3 jam dari Pelabuhan Tanjung Payung Penagi menuju LKB yang diperkirakan sekitar 50,03 mil. “Evakuasi dilaksanakan pergerakan kapal pada pukul 08.30 Wib dan tiba disana pukul 11.40 Wib,” jelasnya.

 

 

Menurut Mexianus, proses evakuasi 7 ABK di kapal China bernama Guoyuan 28 tersebut dilakukan cukup lama. “Prosesnya begitu lama, berkisar 1 jam. Setelah melakukan evakuasi kapal kemudian bergerak kembali menuju Pelabuhan Penagi, tiba pada pukul 03.40 Wib. Di Penagi ABK kapal tersebut dievakuasi bersama Tim Gugus Tugas Covid-19,” pungkasnya.

Baca Juga:  Bhabinkamtibmas dan Warga Gotong Royong Perbaiki Jalan Berlubang di Desa Gunung Putri Natuna

Mexianus menyebutkan, 7 ABK kapal tersebut dikabarkan sempat terapung selama tiga jam. Mereka tenggelam akibat diterjang badai. “Mereka mengapung kemudian ditemukan oleh kapal China. Kapal tersebut tenggelam akibat badai. Satu korban meninggal atas nama Gusaini, usia 54 tahun, alamat Ketapang,” tuturnya.

Enam orang yang selamat lanjut Mexianus, pertama adalah Nakhoda Kapal atas nama Burgas alamat Mempawah. Kemudian para krunya Alfian (53), Teguh (29) alamat Mempawah Timur, Jamuris (53) alamat Tanjung dan Lendra (33) alamat Pontianak. “Jadi korban tersebut dari Tim SAR menyerahkan kepada kepolisian dan kepolisian menyerahkan ke Tim Gugus Tugas Covid-19,” paparnya.

Sebelum mengakhiri, Mexianus sempat menjelaskan seperti apa kronologis kejadian. “Kapal ikan ini namanya KM Sidik, bergerak pada hari Jumat dari Tanjung. Mereka membawa ikan kurang lebih 6 ton menuju Kuala Mempawah Pontianak. Pada hari Sabtu tanggal 28 pukul 3 subuh, kapal di hantam badai dan mengakibatkan air masuk. Mesin pompanya tidak berfungsi sehingga tenggelam,” tutupnya.

Pantauan dilapangan sekira pukul 01.30 Wib tiga unit mobil ambulance dan satu unit mobil jenazah bersama 2 unit mobil SAR terlihat stanbay di Pelabuhan Tanjung Payung Penagi, Kecamatan Bunguran Timur.

Sedangkan di Kantor Dishub tampak Kepala Dinas Perhubungan, Iskandar, Ketua DPRD Natuna, Andes Putra, Ketua Komisi I DPRD Natuna, Wan Aris Munandar, Kepala Basarnas, Mexianus, Jubir Tim Gugus Tugas Covid-19 Natuna, Nikmat, bersama Kepala Dinas Kesehatan, Kepala BMKG, Danlanal, Dandim dan Wakapolres menanti datangnya Kapal SAR 245.

Selanjutnya pada pukul 03.30 Wib rombongan bergerak menuju Pelabuhan Tanjung Payung Penagi. Sampai di pelabuhan terlihat pula para petugas dari Polair dan Tim Kesehatan KKP menggunakan APD, serta personil TNI AL bersenjata lengkap.

Baca Juga:  Gerindra Anambas Target Tambah Satu Kursi Lagi Pada Pileg 2024

Kapal KN SAR Sasikirana 245 yang membawa 7 ABK tiba di Pelabuhan Tanjung Payung Penagi sekira pukul 03.40 Wib. Evakuasi 7 ABK tersebut dilakukan dengan protokol kesehatan seperti menyemprotkan disenfektan sebelum dibawa ke RSUD Natuna.  (KP).


Laporan : Sandi / Johan 


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *