KABAR PERBATASANNATUNAPOTRET PERBATASANRAGAM PERBATASAN

Syamsul : “Yang Terberat Saat ini Adalah BLT, Kita Takut Datanya Tumpang Tindih”

×

Syamsul : “Yang Terberat Saat ini Adalah BLT, Kita Takut Datanya Tumpang Tindih”

Sebarkan artikel ini
Syamsul-Bahri-Kepala-Desa-Kelarik-Kecamatan-Bunguran-Utara

NATUNA (KP),- Covid-19 yang berkepanjangan membuat beberapa paket pembangunan fisik di Desa Kelarik, Kecamatan Bunguran Utara terpaksa harus ditunda. Meskipun lapangan volly dan darainase Jalan Abdul Rahman, telah terealisasikan, namun untuk semenisasi Jalan Muhammad Nuh masih belum menemukan titik terang.

Khusus penundaan semenisasi Jalan Muhammad Nuh, kata Syamsul belum dapat diketahui sampai kapan. ”Belum tahu sampai kapan, karena dana kita alihkan ke Bantuan Langsung Tunai (BLT). Kita mengikuti aturan pemerintah. Kalau Posyandu tetap berjalan, tetapi dari rumah ke rumah,” kata Syamsul Bahri, Kepala Desa Kelarik, kepada koranperbatasan.com, Selasa, 05 Mei 2020 di ruang dinasnya.

Syamsul mengakui bahwa hadirnya virus mematikan yang berhasil membuat heboh dunia tersebut berdampak juga pada rencana pembangunan di desanya. “Memang sekarang ada banyak hal-hal yang terkendala oleh keadaan Covid-19. Banyak kegiatan  tertunda seperti perayaan pertandingan olahraga, kita tunda, bahkan kemungkinan tidak dilaksanakan sama sekali,” ujarnya.

Terkait upaya penanggulangan Covid-19, Syamsul menyebutkan pernah mengkarantina tiga orang warga. “Alhamdulillah saat ini kami sudah menyediakan tempat karantina. Kamarin ada 3 orang yang kami karantina, sekarang sudah selesai semua. Jadi kebutuhan sewaktu mereka dikarantina ditanggung oleh desa, baik tempat tidur, makan minum, kesehatannya termasuk kegiatan-kegiatan apa yang mereka ingin lakukan kita sediakan semuanya,” terang Syamsul.

Selain itu, pihaknya juga telah membagikan masker kepada warga. “Memang kemarin ada juga yang meminta karantinanya dirumah masing-masing. Jadi kita juga ada tim relawan, jika ada warga yang baru datang lansung kita cek kesehatannya,” tuturnya.

Menurut Syamsul, rencana pembagian program Batuan Langsung Tunai (BLT) menjadi salah satu persolan yang terberat. “Terberat saat ini adalah masalah BLT, dimana masyarakat sudah bertanya-tanya sementara belum cair. Lebih susahnya lagi masaalah pendataan, kita takut tumpang tindih. Jadi kita masih menunggu pendataan bansos, jika pendataan sudah selesai baru BLT berjala,” pungkasnya. (KP).

Baca Juga:  Tanjungpinang Dorong Budaya Literasi Informasi Lewat Bimtek Lintas Sektor

Laporan : Johan


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *