BANJARMASIN (KP),- Gubernur Provisi Kalimantan Selatan, H. Sahbirin Noor, S. Sos., M.H. melakukan pelepasan pasien sembuh Covid-19. Pelepasan pasien tersebut, dilaksanakan di RSUD Anshari Saleh Kota Banjarmasin, Kamis, 25 Juni 2020.
Pasien tersebut, atas nama M Syaiful Tamam, merupakan warga Kelurahan Sungai Miai, Kecamatan Banjarmasin Utara, yang bekerja sebagai petugas antar barang sebuah perusahaan. Namun, Syaiful diduga dari pekerjaanya itulah, Ia tertular Covid-19, dari Orang Tanpa Gejala (OTG).
Ketika divonis terkena Covid-19 dari hasil rapid test dan swab, Syaiful kemudian dikarantina di RSUD Anshari Saleh. Namun, kemarin Ia sembuh dan dinyatakan sehat. Syaiful mengatakan dirinya mengalami sesak nafas dan dirawat di rumah sakit selama 24 hari. Selain itu, Syaiful juga diberikan berbagai pengobatan oleh pihak rumah sakit.
“Kami, sudah 24 hari dirawat. Awalnya sesak dan sekarang sudah tidak lagi. Ketika dikarantina, saya diberi terapi pencucian mulut dan hidung dengan antiseptik. Tentunya disuruh olahraga dan minum untuk daya tahan tubuh. Alhamdulillah sekarang sudah sembuh,” kata Syaiful.
Selain itu, juga ada pasien bernama Anna Fitriani, warga Satui, Tanah Bumbu. Pasien penyintas Covid-19 ini, semula diduga terpapar dari dokter paru yang meninggal dunia akibat Covid-19, beberapa waktu lalu. Diketahui Anna sendiri memiliki riwayat penyakit TBC. Sehingga dirinya konsul ke dokter yang meninggal tersebut. Setelah dites rapid ternyata reaktif dan dilanjut pemeriksaan swab. Karena positif lalu dilajutkan dengan karantina dan pemeriksaan.
“Saya dirawat hingga 2 bulan lebih. Bahkan harus menjalani tes swab, berulang kali hingga 8 kali. Kemungkinan saya terpapar disana, ketika konsul ke dokter paru, yang kabarnya dokter itu, sudah meninggal. Saya paling lama itu kehilangan penciuman dan demamnya, cuma beberapa hari saja,” tandas Anna.
Jika ditotal selama perawatan, Anna telah menjalani 8 kali pengambilan swab. Namun, pengambilan swab terakhir, Anna dinyatakan negatif Covid-19.“Swab kedua, yang disebelah kiri tenggorokan sempat negatif Covid-19, kemudian jadi positif lagi. Tetapi terakhir kemarin, yaitu pengambilan swab ke 8 kalinya, alhamdulillah negatif Covid-19,” terangnya.
Hal baru diketahui, dimana pasien sembuh yang banyak ini adalah mayoritas dari treatment atau penanganan tim medis yang mengubah pola terapi pasien. Terapi yang dilakukan tim medis RSUD Ansari Saleh, adalah melakukan cuci hidung, dengan air garam khusus atau antiseptik khusus.
“Untuk treatment kita berikan vitamin, untuk penguatan imun. Dan disarankan cuci hidung atau saluran irigasi dengan air garam, tetapi bukan larutan garam ada cairan khusus. Bisa juga kumur-kumur dengan betadine,” ujar Ayastih, salah satu tim medis RSUD Ansari Saleh.
Senada dengan diutarakan oleh Direktur Utama RSUD Ansari Saleh, Izaak Zoelkarnain Akbar, yang menegaskan bahwa sebelumnya pasien yang sembuh hanya 25 orang. Namun dengan pola baru, metode pengobatan yang berubah sesuai arahan Kemenkes, sampai hari ini pasien sembuh sebanyak 45 orang.
“Metode pengobatan terbaru ada antibiotik yang direkomendasikan. Kemudian melakukan kumur-kumur antiseptik di mulut, rajin olahraga, serta menghindari stres,” terang Izaak Zoelkarnain Akbar. (KP).
Laporan : Adam Subayu
Editor : Riduan










