NATUNA (KP),-Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, H. Hardinansyah resmi membuka Pelatihan Pemandu Wisata Selam Kabupaten Natuna Tahun 2020.
Kegiatan pelatihan tersebut, dihadiri Camat Pulau Tiga, Kades Sabang Mawang Balai dan Instruktur dari Jakarta, Prefessional Scuba School (PSS) Agus wijayanto, Jhon Eduard Sidjabat.
“Bismillahhirrahmanirrahim Pelatihan Pemandu Wisata Selam Kabupaten Natuna Tahun 2020 resmi saya buka,” ucap Hardinannsyah membuka kegiatan pelatihan di Gedung Desa Sabang Mawang Balai Kecamatan Pulau Tiga, 29 September 2020.
Pada sambutannya, Hardinannsyah mengatakan peserta pelatihan kali ini berjumlah 38 orang, yang mana peserta dibagi menjadi beberapa kelas yakni A1 (Open Water Scuba Diving) berjumlah 21 orang, A2 (Advanced Scuba Diving) 10 orang dan A3 (Rescue Scuba Diving) 7 orang.
Hardiansyah juga menjelaskan bahwa pelatihan dilaksanakan dalam 4 hari kedepan, dan peserta akan mengikuti pelatihan di Laut Geosite Pulau Setanau sebagai pembelajaran dan bimbingan menjadi pemandu selam.
Disamping itu, Hardiansyah juga menuturkan peserta juga akan dibina dan diberikan materi, agar menjadi seorang pemandu selam yang profesional. “Untuk besok akan dilakukan praktek selam dan pada tanggal 3 oktober mendatang akan dilakukan ujian pada peserta untuk memperoleh sertifikat,” pungkas Hardiansyah.
Oleh karena itu, Hardiansyah berharap kepada seluruh peserta agar mengikuti pelatihan ini dengan sebaik mungkin, dan selalu mematuhi protokol kesehatan dalam pelaksaannya, guna terhindar dari penularan Covid-19.
Sementara itu pada kesempatan sama, Kardiman S,E selaku Kabid Pemasaran Pariwisata Disparbud Natuna, menyampaikan dasar hukum pelaksanaan kegiatan ini yakni, Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Nomor 8 Tahun 2020 tentang petunjuk tekhnis, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 101/pmk.07/2020 dan Peraturan Bupati Natuna Nomor 50 tentang Penjabaran Perubahan APBD.
Kegiatan tersebut juga dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, yang mana sebelum berangkat dari Ranai menuju Pelabuhan Selat Lampa peserta di cek suhu tubuh terlebih dahulu dan menggunakan masker serta tetap menjaga jarak saat kegiatan pembukaan berlangsung.
“Kegiatan tetap kita terapkan protokol kesehatan Covid-19, mengingat Kabupaten Natuna masih berada pada zona hijau pandemi Covid-19. Oleh karena itu, kita wajib bersama-sama mempertahankan status tersebut, agar kita semua terhindar dari penularan Covid-19,” imbuhnya.
Tambah Kardiman, dengan dibukanya pelatihan selam ini bertujuan agar bisa meningkatkan dan mengembangkan potensi Wisata Bahari Natuna kedepannya. “Dengan luas lautan 99,25% Natuna ini sangat indah sekali, baik pantai maupun lautnya. Sehingga wisata bahari ini juga telah menjadi program priotas kami,” pungkasnya. (KP).
Laporan : Sandi










