KABAR PERBATASANNATUNA

Kasatpol PP : Usia 21 Tahun, Natuna Terlihat Berkembang

×

Kasatpol PP : Usia 21 Tahun, Natuna Terlihat Berkembang

Sebarkan artikel ini
Kasatpol-PP-Kabupaten-Natuna-Dodi-Nuryadi

NATUNA (KP),- Melihat perkembangan berbagai sektor pada usia 21 Tahun Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Natuna, Dodi Nuryadi menyebutkan secara kasat mata sudah terlihat.

Menurut Dodi, Kabupaten Natuna cukup berkembang jika dilihat dari awal berdirinya menjadi sebuah kabupaten dimana sebelumnya serba terbatas, namun saat ini mulai mengalami perubahan secara nyata. “Secara kasat mata pastinya terlihat, seperti penerangan listrik, akses transportasi, jalan penghubung. Untuk sekarang saya rasa mulai berkembang,” sebut Dodi menjawab koranperbatasan.com di ruang dinasnya, Rabu, 14 Oktober 2020.

Dodi menjelaskan, tidak bisa melihat sektor mana yang lebih dominan. Kembali lagi kepada arah pembangunan daerah. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), itu yang menjadi prioritas. “Daerah itu tidak bisa dibangun dengan hanya apa yang dipikirkan, tentu merujuk pada aturan-aturan yang ada. Garis besarnya apa yang ingin dicapai Kabupaten Natuna ini, tentu itu,” jelas Dodi.

Dodi lanjut menerangkan, jika dibilang kelautannya karena daerah kepulauan. Namun secara regulasi laut itu menjadi wilayah provinsi. “Tentu ada juga pembatas-pembatas kewenangan kabupaten, sehingga tidak bisa dioptimalkan,” terang Dodi.

Berbicara bidang pertanian, Dodi mengatakan terlihat adanya perkembangan. Yang mana awal berdirinya menjadi sebuah kabupaten, rata-rata barang-barang yang berkaitan dengan sektor pertanian didapatkan dari luar. “Untuk sebagian sekarang sudah bisa dihasilkan dari dalam,” kata Dodi.

Dodi juga menuturkan bahwa untuk akses ekonomi, melalui daratan sekarang sudah ada jalan penghubung. Kemudian transportasi laut juga sudah semakin  banyak alternatifnya. “Artinya terus berkembang. Walaupun ada hal-hal yang tidak bisa dioptimalkan karena faktor tertentu,” tutur Dodi.

Tambah Dodi peran masyarakat juga turut andil dalam mendukung pemabangunan Natuna. Misalnya ketika pemerintah memberikan bantuan berupa bibit, masyarakat juga bersungguh-sunguh memanfaatkan apa yang menjadi prioritas pembangunan atau bantuan tersebut. “Bukan sekedar bantuan tapi masyarakat juga harus punya andil. Ini yang disebut juga pemberdayaan masyarakat,” tambah Dodi.

Baca Juga:  Pesan Bupati Natuna Dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Seligi 2018

Oleh karena untuk kemajuan daerah, masyarakat tentunya memberikan masukan-masukan positif sebagai bahan pertimbangan dan rujukan pemerintah. Masukan-masukan tersebut tentunya melalui musrenbang. “Walaupun semua masukan-masukan itu belum bisa terakomodirkan karena banyak faktor. Seperti pembiayaan terbatas, kadang masukan tidak sesuai dengan RPJMD,” ujar Dodi.

Disamping itu, Dodi menyampaikan, pembangunan Natuna jika dibandingkan dengan beberapa kabupaten/kota lain di Provinsi Kepri masih tertinggal, hal ini disebabkan oleh faktor pendukung daerah itu sendri. “Semua kabupaten/kota memiliki visi-misi daerah yang berbeda. Tentu semua pemerintahannya merujuk pada rujukannya masing-masing. Tidak bisa disamakan dengan daerah-daerah yang penyangganya kuat, seperti Tanjung Balai Karimun. Disana ada Batam, Tanjung Pinang, terus wilayah-wilayah Riau daratan juga dekat. Itu tidak bisa diukur atau dibandingkan,” imbuh Dodi.

“Untuk material maupun komoditi tentu jauh lebih murah. Mobilitas melakukan bisnis atau usaha lebih mudah. Jadi tidak bisa kita bandingkan secara sama. Perkembangan dimasing-masing kabupaten itu pasti ada. Akses kita jauh dari daerah penyangga yang bisa mendorong percepatan pebangunan,” pungkas Dodi.

Lebih jauh Dodi menerangkan, membangun kabupaten perlu kebersamaan. Eksekutif menjalankan perannya, legislatif menjalankan perannya bersama-sama dan didukung oleh masyarakat. “Jika tidak sejalan tentu cukup berpengaruh,” tandas Dodi.

Secara pribadi Dodi berharap kepada Calon Bupati dan Wakil Bupati Natuna yang maju dipilkada tahun ini tentunya siapapun yang terpilih, memilki komitmen yang kuat dalam membangun Natuna, “Terus membawa Kabupaten Natuna bisa berbicara di tingkat Nasional. Artinya bukan hanya di Provinsi Kepri, tapi setingkat Nasional untuk semua sektor. Berat memang tapi bukan berarti tidak mungkin,” tutup Dodi. (KP).


Laporan: Johan


📊 Views: 66

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *