NATUNA – Kampung Segeram, Kelurahan Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, memiliki sebuah pelantar kayu berusia puluhan tahun yang masih digunakan warga untuk bongkar muat barang.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Rukun Warga (RW) 007 Segeram, Heru Diwan Arpas kepada koranperbatasan.com di Perumahan Nelayan Semintih, Minggu, 30 Januari 2022.
“Pelantar ini terletak di RT 01, kondisi menggunakan bahan kayu sudah puluhan tahun. Kami tidak mampu jika harus mencari kayu terus menerus, untuk menggantikan yang sudah lapuk,” ungkapnya.

Heru menjelaskan, pelantar kayu tersebut hingga saat ini masih digunakan oleh warga sekitar mapun yang datang dari luar untuk bongkar muat barang. Hal ini dikarenakan, di area pelantar terdapat rumah warga.
Namun disebalik itu Heru memastikan, sekitar 20 meter pelantar sudah dibangun dari beton. Hanya saja masih terdapat sekitar 30 meter berbahan kayu.
“Mungkin kita minta bantu juga lanjutannya dengan anggota dewan. Alhamdulillah sudah saya sampaikan dengan pak Marzuki. Beliau berjanji Insya Allah akan melanjutkan, kapan dibangun belum tahu,” bebernya.

Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Natuna, Marzuki, SH saat dikonfirmasi memastikan, akan berupaya menyelesaikan lanjutan pembangunan pelantar beton tersebut di tahun 2023 mendatang.
“Mudah-mudahan tahun 2023 bisa diselesaikan, melalui usulan pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD,” sebutnya menjawab koranperbatasan.com melalui telepon saluler, Selasa 01 Februari 2022.
Kata Ketua Komisi II DPRD Natuna itu, pelantar beton tersebut dibangun pada tahun 2020 lalu. Sementara pada tahun 2021 tidak bisa dilanjut, karena keterbatasan anggaran.
“Untuk tahun 2022 tidak bisa diusulkan, karena tidak ada dalam RKPD,” pungkasya. (KP).
Laporan : Johan










