Bupati Sebut Kebutuhan Pembangunan di Natuna Meningkat APBD Malah Turun
Sebarkan artikel ini
Bupati Natuna, Wan Siswandi saat menyampaikan sambutan di Musrenbang Kecamatan Bunguran Tengah
NATUNA – Bupati Natuna, Wan Siswandi menghadiri kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Bunguran Tengah, Rabu, 02 Januari 2022.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Bunguran Tengah (Bungteng) tersebut dihadiri, Sekda, Kepala OPD, Camat, Kades dan tokoh masyarakat Kecamatan Bunguran Tengah.
Bupati Natuna, Wan Siswandi dalam sambutanyan menegaskan Musrenbang merupakan kewajiban dan peraturan. Untuk itu ia berharap kegiatan Musrenbang dilaksanakan dengan baik dan benar.
Sekda Natuna, Boy Wijanarko dan beberapa Kerpala OPD mengikuti jalannya pembukaan Musrenbang di Kecamatan Bunguran Tengah.
Terkait anggaran daerah, Wan Siswandi menjelaskan bahwa saat ini anggaran daerah Natuna mengalami penurunan. Sangat jauh beda waktu sebelum ia menjabat sebagai Bupati Natuna.
“Dulu waktu saya menjadi Sekda angaran Natuna 1,3 triliun, kemudian kemarin APBD kita tahun 2022 itu diangka Rp 1 triliun 40 milyar. Namun disisi lain kita punya kebutuhan yang luar biasa dalam rangka masalah infrastruktur kemudian sumber daya manusia,” ungkapnya.
Sumber daya manusia ini lanjut Wan Siswandi, bisa kira-kira dari masalah kesehatan dan masaalah pendidikan serta masalah-masalah lain yaitu pertanian. Tentunya membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.
“Memang membutuhkan biaya yang luar biasa, jadi barangkali masih banyak hal-hal yang belum terpenuhi, tapi secara umum di Bunguran Tengah ini sudah terpenuhi secara umum hanya perbedaan tempat tinggal saja dan namanya saja fasilitas kabupaten, seperti listriknya, telekomunikasinya dan jalannya,” ujar Wan Siswandi.
Suasana saat berlangsungya kegiatan Musrenbang Kecamatan Bunguran Tengah, terlihat deratan Kepala OPD Natuna.
Ia meminta ketika membangun jalan sebaiknya jangan secara terus menerus di jalan besar atau protokol, sebaiknya ambil dari jalan yang benar-benar bermanfaat bagi masyakat banyak.
“Kalau bangun jalan tidak usah berurutan jalan besar, tapi dari tengah masyarakat. Kita ambil contoh konsep yang dilakukan oleh presiden. Jadi konsepnya dimana ada perbatasan dengan negara lain itu dibaguskan pembangunannya,” katanya meminta.
Menurutnya, Natuna adalah daerah perbatasan, maka dibangunlah pos lintas batas daerah antar negara di Serasan yang sangat persentatif bahkan cukup luar biasa.
“Kemudian terkait masalah air, supaya segera diselesaikan, karena air merupakan kebutuhan pokok sehari hari,” tutupnya. (KP).