KABAR PERBATASANKEPULAUAN RIAUNASIONALPEMERINTAHANPENDIDIKANSALAM PERBATASAN

Kepala SMAN 2 Bunguran Timur Ungkap Strategi Peningkatan Mutu Pendidikan Karakter

×

Kepala SMAN 2 Bunguran Timur Ungkap Strategi Peningkatan Mutu Pendidikan Karakter

Sebarkan artikel ini
Potret Kepala Sekolah SMAN 2 Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Arqam Alfarisy, S.Pd.

NATUNA Peningkatan mutu pendidikan menjadi fokus utama Kepala Sekolah SMAN 2 Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Arqam Alfarisy, S.Pd. Dalam upaya mewujudkannya, Arqam menekankan tiga pilar strategis, yaitu pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten, keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, serta optimalisasi fasilitas pendidikan.

Menurut Arqam, salah satu tantangan di kelas adalah heterogenitas kemampuan peserta didik. Menyikapi hal ini, pihaknya secara aktif berupaya menciptakan kesetaraan agar proses belajar dan kolaborasi antar-siswa dapat berjalan efektif.

“Memiliki kemampuan yang berbeda-beda, itu sangat lumrah. Dan sebagai pendidik kami mempunyai kewajiban untuk menyetarakannya,” ujar Arqam kepada koranperbatasan.com di ruang kerjanya, Selasa, 18 November 2025.

Tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, SMAN 2 Bunguran Timur juga memperkuat fondasi karakter siswa melalui pembiasaan. Salah satu program unggulan adalah kegiatan Keimanan dan Ketakwaan (IMTAQ) yang dilaksanakan setiap Jumat.

Dalam kegiatan ini, siswa secara bergiliran diminta untuk berceramah di depan kelas. Materi ceramah yang disampaikan, bertujuan agar mereka dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui metode ini, sekolah tidak hanya melatih kemampuan public speaking dan penghayatan agama, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan diri peserta didik.

Menghadapi tantangan zaman, Arqam menyatakan komitmennya untuk terus berinovasi agar proses pembelajaran tidak monoton dan relevan dengan kondisi terkini. Sekolah secara aktif memotivasi siswa untuk berinovasi dan berkarya.

“Inovasi terbaru akan selalu kami kembangkan sebagai acuan dalam proses pembelajaran,” sebutnya.

Terutama bagi peserta didik yang mengalami kesulitan belajar, pendekatan yang dilakukan adalah dengan memberikan motivasi dan penekanan pada kedisiplinan. Arqam memandang era digitalisasi sebagai peluang penunjang belajar yang harus dimanfaatkan.

“Kami tetap memotivasi peserta didik untuk belajar dengan disiplin dan sungguh-sungguh, apalagi sekarang sudah serba digitalisasi saya rasa itu bisa menjadi penunjang bagi mereka,” ujarnya.

Baca Juga:  Imigrasi Natuna Terapkan Protokol Kesehatan Dalam Pelayanan Publik

Dengan jumlah siswa yang mencapai 500 orang, Arqam mengakui bahwa tantangan seperti penanganan kasus perundungan (bullying) memerlukan strategi khusus. Untuk itu, ia membangun sistem kolaborasi yang melibatkan Guru Bimbingan Konseling (BK), wali kelas, dan Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan.

“Kami akan menyurati orang tua siswa agar bisa menyelesaikannya secara kekeluargaan,” terangnya mengenai langkah yang diambil.

Komunikasi yang intens dengan orang tua siswa menjadi kunci dalam menangani berbagai permasalahan yang timbul.

“Sejauh ini permasalahan yang terjadi kami selalu berkomunikasi dengan orang tua,” tambah Arqam.

Pada akhir wawancara, Arqam menyampaikan harapannya agar terjalin kerjasama yang sinergis antara sekolah, pemerintah, dan seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Natuna dalam mengawasi dan membina peserta didik.

“Kalau ada peserta didik kami yang berbuat negatif di kalangan masyarakat tolong beri tahu kami,” tutupnya sebagai bentuk komitmen untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang bertanggung jawab dan saling mendukung. (KP).


Laporan : Nisa Andini

Editor : Dhitto


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *